JPN Lampung Tengah Target Bentuk PAC di 28 Kecamatan

Jaringan Perempuan Nahdliyin (JPN) Lampung Tengah menggelar rapat kerja perdana dan menargetkan pembentukan kepengurusan PAC di 28 kecamatan pada Agustus 2026. Organisasi ini berkomitmen memperkuat pemberdayaan perempuan melalui program sosial, ekonomi, dan keagamaan.

JPN Lampung Tengah Target Bentuk PAC di 28 Kecamatan
Foto: Istimewa

LAMPUNG TENGAH – Jaringan Perempuan Nahdliyin (JPN) Kabupaten Lampung Tengah menggelar rapat kerja (Raker) dan koordinasi perdana di Saung Enggal, Kecamatan Kotagajah, Sabtu (1/8/2026).

Mengusung tema "Bersinergi, Berdaya, Bergerak, untuk Perempuan Nahdliyin yang Berkemajuan" dengan slogan "Mari Bersama, Perempuan Berdaya, JPN Lampung Tengah Berjaya", kegiatan ini menjadi langkah awal organisasi dalam menyusun arah kebijakan dan program kerja.

Raker dihadiri Anggota DPRD Lampung Tengah Binti Lutfiah, Dewan Pertimbangan JPN Meri Andriani, Ketua DPC PKB Lampung Tengah sekaligus Dewan Pakar JPN dr. Uswatun Hasanah, Ketua DPC JPN Lampung Tengah Nyai Siti Hotimatul Saadah,  beserta jajaran pengurus dan anggota.

Ketua DPC JPN Lampung Tengah, Nyai Siti Hotimatul Saadah, mengatakan rapat kerja perdana menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi sekaligus merumuskan program yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Raker ini menjadi langkah awal untuk menyusun arah organisasi dan memperkuat kebersamaan seluruh pengurus. Kami berharap JPN dapat berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Dewan Pakar JPN Lampung Tengah, dr. Uswatun Hasanah, menegaskan JPN merupakan organisasi yang terbuka bagi seluruh perempuan dan memiliki peran strategis dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi keluarga.

Menurutnya, perempuan kini memiliki peran yang semakin besar, sehingga organisasi harus menghadirkan program yang aplikatif dan berdampak langsung.

"JPN harus menjadi organisasi yang kreatif, mampu memberdayakan perempuan, serta membuka peluang kerja sama untuk mendukung pengembangan usaha anggota, termasuk akses permodalan," katanya.

Ia juga mendorong percepatan pembentukan Pengurus Anak Cabang (PAC) di seluruh kecamatan sebagai upaya memperkuat organisasi hingga tingkat akar rumput.

Dewan Pertimbangan JPN, Meri Andriani, menyatakan dukungannya terhadap seluruh program yang akan dijalankan pengurus. Ia menyebut JPN juga akan menjalankan berbagai program sosial dan keagamaan, termasuk bantuan bagi guru ngaji, santri tahfiz, bantuan sosial, hingga program ziarah bagi anggota aktif.

Anggota DPRD Lampung Tengah, Binti Lutfiah, mengapresiasi pelaksanaan rapat kerja perdana tersebut. Ia menilai JPN memiliki potensi menjadi wadah pemberdayaan perempuan yang mampu menghadirkan program nyata di tengah masyarakat.

Menurutnya, JPN dapat mengembangkan berbagai kegiatan, seperti pengajian akbar, pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren, hingga pemilihan Duta Santri Lampung Tengah.

Dalam rapat kerja tersebut, pengurus JPN Lampung Tengah menetapkan sejumlah keputusan strategis, antara lain: Membentuk kepengurusan PAC JPN di seluruh 28 kecamatan dengan komposisi 5–11 pengurus.

Menargetkan seluruh PAC terbentuk pada Agustus 2026. Menggelar pelantikan serentak pengurus PC dan PAC yang disinergikan dengan kegiatan APIMSA, dan membentuk tim media untuk memperkuat publikasi organisasi melalui berbagai platform digital.

Melalui rapat kerja perdana ini, JPN Lampung Tengah menegaskan komitmennya menjadi organisasi perempuan yang aktif, mandiri, dan progresif dalam mendorong pemberdayaan perempuan serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah.