DPKP Tubaba Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Kebakaran Saat Kemarau

DPKP Tulangbawang Barat mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau dengan memperkuat langkah-langkah pencegahan dan kesiapsiagaan.

DPKP Tubaba Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Kebakaran Saat Kemarau
Kepala DPKP Tubaba, Sujatmiko | Foto: Istimewa

TULANGBAWANG BARAT – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang cenderung meningkat selama musim kemarau.

Kepala DPKP Tubaba, Sujatmiko, mengatakan cuaca panas yang disertai kondisi lingkungan kering menjadi faktor utama meningkatnya risiko kebakaran, baik di kawasan permukiman, lahan, hutan, maupun fasilitas umum.

"Memasuki musim kemarau, kami mengimbau seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah kebakaran terjadi," kata Sujatmiko, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, DPKP Tubaba terus mengintensifkan upaya pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat dengan melibatkan aparatur tiyuh dan pamong setempat. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi risiko kebakaran.

DPKP mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah, lahan, maupun rumput kering secara sembarangan, serta tidak membuang puntung rokok di lokasi yang berpotensi memicu kebakaran.

Masyarakat juga diminta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman, menghindari penggunaan stop kontak bertumpuk, mematikan kompor dan peralatan listrik setelah digunakan, serta menjauhkan bahan-bahan mudah terbakar dari sumber api.

Sebagai langkah antisipasi awal, warga dianjurkan menyediakan alat pemadam sederhana seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR), karung goni basah, maupun ember berisi air atau pasir untuk menangani kebakaran skala kecil sebelum petugas tiba di lokasi.

"Kami juga mengimbau masyarakat menyediakan alat pemadam sederhana sebagai langkah awal apabila terjadi kebakaran kecil sebelum petugas tiba," ujarnya.

Selain itu, DPKP meminta masyarakat menjaga akses jalan menuju permukiman agar armada pemadam kebakaran dapat menjangkau lokasi dengan cepat saat terjadi keadaan darurat.

Khusus bagi pedagang di pasar, DPKP mengimbau agar instalasi listrik kios diperiksa secara berkala dan aliran listrik dimatikan setelah aktivitas perdagangan selesai guna meminimalkan risiko korsleting.

Sujatmiko menyebutkan kawasan pasar, permukiman padat penduduk, serta lahan dan kawasan hutan menjadi wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran selama musim kemarau.

Meski demikian, DPKP Tubaba memastikan seluruh personel, armada, dan peralatan pemadam kebakaran telah disiagakan untuk menghadapi potensi kebakaran.

"Seluruh personel, peralatan, dan armada pemadam kebakaran dalam kondisi siap siaga. Kami berkomitmen memberikan respons cepat apabila terjadi kebakaran di wilayah Tubaba," tegasnya.

Saat ini DPKP Tubaba mengoperasikan empat unit armada yang ditempatkan di tiga pos, yakni Pos Candra Mukti dengan dua unit kendaraan, Pos Pemda satu unit, dan Pos Lambu Kibang satu unit.

Masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin melalui Call Center DPKP Tubaba di nomor 0851-8801-5583.