Lazismu Tubaba Dorong Zakat Jadi Gaya Hidup Warga Muhammadiyah

Lazismu Tulang Bawang Barat mendorong zakat, infak, dan sedekah menjadi gaya hidup warga Muhammadiyah guna memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui pengelolaan dana ZISKA yang profesional dan transparan.

Lazismu Tubaba Dorong Zakat Jadi Gaya Hidup Warga Muhammadiyah
Ketua Lazismu Tubaba, Bambang Wiyono | Foto: Istimewa

TULANGBAWANG BARAT – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung, mengintensifkan gerakan literasi zakat dengan mendorong warga Muhammadiyah menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai gaya hidup, bukan sekadar kewajiban tahunan.

Ketua Lazismu Tubaba, Bambang Wiyono, menegaskan perubahan pola pikir ini penting untuk memperkuat peran zakat dalam pemberdayaan umat dan penanganan persoalan sosial di masyarakat.

Menurutnya, zakat yang dikelola secara profesional, transparan, dan amanah memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Zakat jangan hanya dipandang sebagai kewajiban yang ditunaikan setahun sekali. Kami ingin zakat menjadi bagian dari lifestyle warga Muhammadiyah sebagai wujud kepedulian sosial,” kata Bambang Wiyono saat mendorong partisipasi dalam gerakan “Ayo Berzakat.”

Ia menjelaskan, Lazismu Tubaba berkomitmen memaksimalkan potensi ZISKA (Zakat, Infak, Sedekah, dan Kemanusiaan) agar dana yang terhimpun dapat dikelola secara produktif untuk mendukung kemandirian umat.

Gerakan ini juga diperkuat dengan dukungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tubaba yang mengajak seluruh warga persyarikatan, organisasi otonom, hingga amal usaha Muhammadiyah untuk menunaikan zakat melalui Lazismu.

Dana zakat yang terkumpul, lanjut Bambang, akan disalurkan melalui enam pilar program Lazismu yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, dakwah, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi.

“Dengan menjadikan zakat sebagai gaya hidup, kami berharap dapat mempercepat terwujudnya masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan berdaya,” ujarnya.