Suporter Lokal Keluhkan Tiket Bhayangkara Lampung FC

Distribusi tiket Bhayangkara Lampung FC menuai polemik. Suporter lokal mengaku dipersulit, sementara pendukung tim tamu dinilai mendapat akses lebih mudah—memicu tudingan ketidakadilan dan buruknya manajemen laga.

Suporter Lokal Keluhkan Tiket Bhayangkara Lampung FC
Foto: Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Polemik distribusi tiket pertandingan Bhayangkara Lampung FC 2026 memanas. Suporter lokal melayangkan protes keras setelah merasa dipersulit mendapatkan tiket, sementara pendukung tim tamu justru dinilai memperoleh akses lebih mudah.

Keluhan mengemuka pada sejumlah laga besar, terutama saat menghadapi tim dengan basis suporter besar seperti Persija dan Persib.

“Bagaimana masyarakat lokal mau dukung, tiket aja sulit di dapat,” ujar Rio, warga Bandar Lampung, Minggu (26/4/2026).

Padahal kata Rio, dia sudah beberapa kali menyaksikan pertandingan Bhayangkara Lampung FC di Stadion Sumpah Pemuda Bandar Lampung.

Dalam kondisi tersebut, mekanisme penjualan tiket yang disebut “terbuka” justru dianggap tidak berpihak pada warga lokal yang selama ini menjadi basis pendukung utama.

Sejumlah suporter menilai adanya ketimpangan distribusi, dengan dugaan alokasi tiket lebih besar untuk kelompok tertentu, mulai dari tamu VIP hingga komunitas suporter tim tamu. Akibatnya, ketersediaan tiket untuk warga sekitar stadion menjadi sangat terbatas.

“Tiket sold out. Tapi didalam stadion, masih banyak bangku yang kosong,” imbuh Rio.

Padahal, pada pertandingan sebelumnya melawan Arema FC di pekan ke-25, penjualan tiket disebut berjalan normal dan dapat diakses masyarakat umum. Minimnya pembatasan kala itu menunjukkan bahwa kebijakan distribusi tiket dinilai tidak konsisten dan bergantung pada tingkat popularitas lawan.

Selain itu, faktor keamanan dan infrastruktur stadion juga disebut menjadi alasan pembatasan. Namun, minimnya transparansi dan komunikasi dari penyelenggara justru memperkeruh situasi dan memicu kecurigaan publik.

Bagi suporter lokal, persoalan ini bukan sekadar akses tiket, melainkan menyangkut hak untuk mendukung klub di kandang sendiri. Dampaknya juga merembet ke sektor ekonomi kecil di sekitar stadion yang bergantung pada kehadiran penonton lokal.

Manajemen Bhayangkara Lampung FC melalui unggahan media sosialnya menyatakan, tiket yang dijual pada 26-28 April diperuntukan bagi loyal supporters atau pendukung setia yakni mereka yang sudah menyaksikan laga home Bhayangkara Lampung FC minimal tiga kali. Sementara untuk masyarakat umum penjualan tiket dibuka pada 29 April.