Modus Mi Instan, Sabu Gagal Masuk Lapas Way Kanan
Upaya penyelundupan narkotika dengan modus melempar paket mi instan ke dalam Lapas Kelas IIB Way Kanan digagalkan petugas saat kontrol pagi. Satu paket diduga sabu ditemukan tersangkut di kawat razor, langsung diamankan dan diserahkan ke polisi.
WAY KANAN– Celah penyelundupan narkoba ke dalam lembaga pemasyarakatan kembali terungkap. Petugas Lapas Kelas IIB Way Kanan menggagalkan upaya masuknya diduga sabu-sabu yang dikemas dalam bungkus mi instan dan dilempar dari luar pagar, Minggu (26/4/2026) pagi.
Temuan bermula saat Komandan Rupam IV Meizal Irwanto bersama anggota jaga melakukan kontrol rutin sekitar pukul 06.45 WIB. Di sela patroli, petugas mendapati satu bungkus mi instan mencurigakan tersangkut di kawat razor pagar lapas—indikasi kuat adanya upaya penyelundupan dari luar.
Paket tersebut segera diamankan dan diperiksa. Hasilnya, di dalam bungkus mi instan ditemukan satu plastik klip berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Tri Ghaly Ramadhitya langsung berkoordinasi dengan Satnarkoba Polres Way Kanan. Polisi tiba tak lama kemudian untuk melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap barang bukti.
Sekitar pukul 10.32 WIB, pihak lapas resmi menyerahkan paket tersebut kepada Satnarkoba Polres Way Kanan untuk penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengungkap pelaku dan jaringan di balik modus lempar pagar.
Kepala Lapas Way Kanan, Riski Burhannudin, menegaskan pihaknya menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap peredaran narkoba di dalam lapas. Ia menyebut temuan ini menjadi bukti bahwa modus penyelundupan terus berkembang dan memanfaatkan celah pengawasan.
“Kami tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi narkoba masuk ke dalam lapas. Pengawasan akan diperketat dan koordinasi dengan aparat penegak hukum terus diperkuat,” tegasnya.
Insiden ini sekaligus menjadi peringatan serius bahwa upaya penyelundupan narkoba ke dalam lapas masih berlangsung aktif, dengan metode yang semakin variatif. Pihak lapas menginstruksikan peningkatan kewaspadaan serta deteksi dini untuk mencegah kejadian serupa terulang.
EDI MULYADI










