Abdullah Surajaya Kawal Proyek Jalan Rp306 Miliar

Anggota DPRD Lampung Abdullah Surajaya tampil aktif mengawal pembangunan infrastruktur jalan bernilai ratusan miliar di Lampung Tengah, menegaskan perannya sebagai jembatan aspirasi dan pengawas program strategis daerah.

Abdullah Surajaya Kawal Proyek Jalan Rp306 Miliar
Foto: Deni Fernando/monologis.id

LAMPUNG TENGAH — Anggota DPRD Provinsi Lampung, Abdullah Surajaya, menegaskan perannya dalam mengawal langsung pembangunan infrastruktur strategis di daerah dengan mendampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam kegiatan groundbreaking sejumlah ruas jalan, Rabu (22/4/2026).

Surajaya turun langsung dalam peletakan batu pertama pembangunan ruas Wates–Metro yang akan dibangun dengan konstruksi rigid beton sepanjang sekitar 1.300 meter dengan nilai anggaran mencapai Rp14 miliar.

“Ini bagian dari komitmen kami untuk memastikan pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Surajaya.

Tak hanya itu, ia juga turut mendampingi pembangunan ruas Metro–Punggur–Kotagajah pada hari yang sama. Keterlibatan aktif ini disebut sebagai bentuk fungsi pengawasan legislatif terhadap realisasi program infrastruktur pemerintah.

Menurut Surajaya, Pemerintah Provinsi Lampung saat ini tengah menggenjot pembangunan jalan di 12 ruas melalui delapan paket kegiatan dengan total anggaran sekitar Rp306 miliar. Ia menilai langkah ini sebagai upaya konkret mempercepat konektivitas antarwilayah.

Sebagai wakil rakyat, Surajaya menekankan pentingnya memastikan setiap anggaran yang digelontorkan benar-benar tepat sasaran dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kami akan terus mengawal agar pembangunan ini berjalan maksimal dan manfaatnya langsung dirasakan warga, khususnya di Lampung Tengah,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi komitmen pemerintah provinsi dalam memperbaiki infrastruktur jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Ke depan, Surajaya berharap pembangunan tidak berhenti pada seremoni, tetapi berlanjut hingga tuntas dan berkualitas, sehingga mampu mendorong mobilitas, distribusi ekonomi, dan pemerataan pembangunan di Lampung.