Skripsi “Demokrasi Semu” Masuk Perpustakaan Tubaba, Soroti Fenomena Calon Tunggal Pilkada
Karya ilmiah tentang fenomena calon tunggal dalam Pilkada 2024 resmi menjadi koleksi perpustakaan daerah di Tulangbawang Barat. Isu demokrasi semu dari daerah mulai mendapat perhatian publik.
TULANGBAWANG BARAT — Isu kualitas demokrasi lokal kembali mencuat setelah sebuah karya ilmiah bertema “demokrasi semu” resmi masuk ke koleksi perpustakaan daerah. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung, menerima hibah buku yang mengulas fenomena calon tunggal dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Buku berjudul “Demokrasi Semu (Pseudo Democracy): Calon Tunggal pada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024” merupakan hasil penelitian lapangan dan studi pustaka yang disusun oleh alumni Ilmu Pemerintahan Universitas Lampung, Jenita Agma Putri.
Penyerahan dilakukan pada Senin (20/4/2026) dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tubaba, Rodianto. Ia menilai karya tersebut tidak hanya menambah koleksi bacaan, tetapi juga relevan dengan dinamika demokrasi di Indonesia.
“Buku ini menjadi referensi penting, khususnya dalam memahami fenomena calon tunggal yang masih terjadi dalam Pilkada,” ujarnya.
Fenomena calon tunggal sendiri menjadi sorotan nasional dalam beberapa tahun terakhir karena dinilai mencerminkan keterbatasan kompetisi politik di daerah. Kajian akademik seperti ini dinilai penting untuk memperkaya diskursus publik sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara dan pemangku kebijakan.
Rodianto menegaskan, seluruh koleksi perpustakaan, termasuk karya ilmiah tersebut, terbuka untuk diakses masyarakat luas sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan kesadaran politik publik.
Selain menerima hibah buku, pihaknya juga terus menjalin koordinasi dengan Perpustakaan Nasional melalui Perpustakaan Daerah Provinsi Lampung guna mendorong pengembangan literasi daerah, termasuk melalui pelatihan penulisan dan pengiriman karya lokal.
Sementara itu, penulis buku, Jenita Agma Putri, berharap penelitiannya dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman masyarakat mengenai kualitas demokrasi di tingkat lokal.
“Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan pembelajaran dan memperluas wawasan masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga mendorong lebih banyak penulis muda untuk menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga relevan dengan persoalan strategis nasional.










