Pemprov Lampung Anggarkan 38,5 Miliar Kebut Perbaikan Jalan Tubaba

Pemprov Lampung mulai mempercepat perbaikan jalan di Tulangbawang Barat dengan anggaran Rp38,5 miliar. Proyek ini menargetkan peningkatan kemantapan jalan hingga 70,56 persen pada akhir 2026 dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Pemprov Lampung Anggarkan 38,5 Miliar Kebut Perbaikan Jalan Tubaba
Foto: Istimewa

TULANGBAWANG BARAT — Pemerintah Provinsi Lampung mulai menggenjot pembangunan dan perbaikan jalan provinsi di Kabupaten Tulangbawang Barat pada 2026 dengan total anggaran Rp38,5 miliar.

Langkah ini ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) ruas Bandar Sakti–SP Daya Murni oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, Selasa (28/4/2026). Selain ruas tersebut, perbaikan juga dilakukan pada ruas SP Daya Murni–Gunung Batin.

Kedua ruas itu masuk dalam empat paket prioritas pembangunan jalan provinsi tahun ini.

Ruas Bandar Sakti–SP Daya Murni memiliki panjang 10 kilometer, dengan kondisi rusak sepanjang 1,1 kilometer. Pada 2026, perbaikan difokuskan sepanjang 840 meter dengan anggaran Rp6,6 miliar menggunakan konstruksi flexible pavement.

Sementara ruas SP Daya Murni–Gunung Batin sepanjang 12,3 kilometer memiliki kerusakan 2,5 kilometer. Tahun ini ditangani sepanjang 1 kilometer dengan anggaran Rp7,6 miliar.

Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyatakan pembangunan dilakukan bertahap, namun berkelanjutan sesuai arahan gubernur.

“Pembangunan jalan ini akan terus dilanjutkan secara konsisten, khususnya di Tulang Bawang Barat,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi masyarakat desa. Ruas tersebut diketahui menopang distribusi komoditas unggulan Lampung seperti kelapa sawit, jagung, padi, dan ubi kayu.

“Dari jalan inilah perputaran ekonomi bisa berjalan hingga ke masyarakat,” kata Jihan.

Pemprov Lampung menargetkan tingkat kemantapan jalan di Tulang Bawang Barat mencapai 70,56 persen pada akhir 2026. Secara keseluruhan, kondisi jalan provinsi di seluruh kabupaten/kota ditargetkan mencapai 98 persen mantap pada 2029.

Di sisi teknis, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Lampung, M. Taufiqullah, mengatakan proyek tidak hanya mencakup perbaikan badan jalan, tetapi juga pembangunan drainase untuk menjaga ketahanan konstruksi.

Menurutnya, tantangan utama di lapangan adalah sistem drainase, terutama di wilayah dengan kontur datar yang rawan genangan.

“Drainase sangat menentukan umur jalan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk menjaga saluran air dan menghindari beban kendaraan berlebih,” ujarnya.

Proyek ini ditargetkan rampung lebih cepat dari jadwal kontrak yang berlangsung hingga September 2026, dengan progres awal yang sudah mulai terlihat sejak April.