TULANGBAWANG BARAT — Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung, merehabilitasi Sesat Agung, bangunan ikonik yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat dan kegiatan pemerintahan.
Langkah perbaikan dilakukan untuk menjaga fungsi bangunan tetap optimal sekaligus mencegah kerusakan yang semakin meluas akibat tingginya intensitas penggunaan dan faktor cuaca.
Sesat Agung diketahui kerap dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari acara adat, agenda resmi pemerintah, hingga event masyarakat. Namun, sejumlah bagian bangunan, terutama elemen berbahan kayu, mulai mengalami kerusakan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tubaba, M. Iwan Setiawan, melalui Kepala Bidang Cipta Karya PUPR Tubaba, Nurul, menyebut rehabilitasi difokuskan pada bagian-bagian vital.
“Perbaikan meliputi lantai, penutup kisi-kisi, plafon, serta pembenahan utilitas kelistrikan agar bangunan tetap aman dan nyaman digunakan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Selain itu, pemerintah juga memberi perhatian khusus pada sistem drainase, terutama talang air yang rawan meluap saat hujan. Kondisi tersebut dipicu oleh penumpukan lumut, kotoran, dan sampah yang menyumbat saluran.
“Talang air harus dibersihkan secara berkala. Jika tersumbat, air bisa meluap dan merusak bagian bangunan lainnya,” kata Nurul.
Tim teknis sebelumnya telah melakukan pembersihan menyeluruh pada saluran talang untuk memastikan aliran air kembali lancar serta mencegah potensi kerusakan lanjutan.
Pemerintah daerah berharap rehabilitasi ini mampu menjaga keberlanjutan fungsi Sesat Agung sebagai ruang publik sekaligus mempertahankannya sebagai simbol kebanggaan masyarakat Tubaba.