Karang Taruna Lampung Dorong Pelestarian Ruwat Laut

Karang Taruna Provinsi Lampung mendorong pemuda menjadi garda depan pelestarian budaya pesisir melalui tradisi Ruwat Laut di Ketapang, Lampung Selatan. Kegiatan tersebut juga memperkuat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan laut.

Karang Taruna Lampung Dorong Pelestarian Ruwat Laut
Foto: Istimewa

LAMPUNG SELATAN — Karang Taruna Provinsi Lampung mendorong generasi muda ikut menjaga tradisi dan budaya pesisir melalui pelestarian adat Ruwat Laut di Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan.

Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung Wahrul Fauzi Silalahi mengatakan keterlibatan pemuda dalam tradisi Ruwat Laut penting untuk memastikan warisan budaya masyarakat pesisir tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri pelaksanaan Ruwat Laut yang diikuti ribuan warga dan nelayan di pesisir Pantai Desa Ketapang, Sabtu (22/8/2026).

“Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi nelayan dan generasi muda untuk merawat silaturahmi sekaligus melestarikan adat pesisir,” ujar Wahrul.

Menurutnya, Karang Taruna tidak hanya berperan dalam kegiatan sosial, tetapi juga memiliki tanggung jawab mendorong generasi muda agar aktif menjaga nilai-nilai budaya di daerah masing-masing.

Ia menilai Ruwat Laut memiliki nilai sosial yang kuat karena mampu mempertemukan masyarakat, nelayan, pemerintah desa, dan organisasi kepemudaan dalam satu kegiatan.

“Dari sini, spirit gotong royong dan kepedulian terhadap kesejahteraan nelayan terus kita pupuk,” tegasnya.

Wahrul mengatakan pelestarian budaya harus dilakukan dengan melibatkan generasi muda sebagai pelaku utama. Dengan demikian, tradisi lokal tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Karang Taruna hadir untuk ikut menjaga agar nilai-nilai budaya lokal tetap hidup dan tidak tergerus modernisasi,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Ketua Karang Taruna Kabupaten Lampung Selatan Sahirul Hidayat, Kepala Desa Ketapang Hamsin, serta Kepala Dinas Perikanan Lampung Selatan Ariyantoni.

Ketua Karang Taruna Lampung Selatan Sahirul Hidayat mengatakan pemuda harus mengambil peran dalam menjaga tradisi yang diwariskan masyarakat.

“Karang Taruna hadir untuk memastikan tradisi luhur ini terus bernapas. Ruwat Laut mengajarkan kita dua hal utama: senantiasa bersyukur kepada Tuhan dan menjaga keseimbangan alam,” ujarnya.

Menurut Sahirul, nilai gotong royong yang terkandung dalam Ruwat Laut sejalan dengan semangat organisasi kepemudaan untuk memperkuat kebersamaan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Ketapang Hamsin mengapresiasi keterlibatan Karang Taruna dalam pelaksanaan tradisi tersebut.

“Pemerintah desa mendukung penuh upaya pelestarian ini. Harapan kita bersama, laut Ketapang selalu melimpahkan rezeki, para nelayan diberikan keselamatan saat melaut, dan keharmonisan warga tetap terjaga,” katanya.

Dari sisi lingkungan, Kepala Dinas Perikanan Lampung Selatan Ariyantoni mengatakan Ruwat Laut juga memiliki pesan ekologis. Tradisi tersebut dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjaga ekosistem laut dan menerapkan praktik penangkapan ikan yang bertanggung jawab.

Rangkaian Ruwat Laut diawali dengan doa bersama dan pemotongan pita, kemudian dilanjutkan dengan pelarungan kepala kerbau serta tabur bunga di lepas pantai Ketapang.

Kegiatan ditutup dengan makan bersama, pesta rakyat, dan pentas seni budaya lokal.

Karang Taruna Provinsi Lampung berharap keterlibatan pemuda dalam kegiatan kebudayaan dapat terus diperluas sehingga generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan pesisir.