Dadan Dicopot, Sekber MBG Lampung Buka Suara

Pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dari Dadan Hindayana kepada Nanik S. Deyang disambut positif Sekber Pantau MBG Lampung. Mereka berharap kepemimpinan baru mampu membenahi berbagai persoalan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk evaluasi terhadap kinerja BGN di daerah.

Dadan Dicopot, Sekber MBG Lampung Buka Suara
Foto: Ilustrasi/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) dari Dadan Hindayana kepada Nanik S. Deyang disambut positif oleh Komisioner Sekretariat Bersama (Sekber) Pantau MBG Provinsi Lampung. Mereka menilai langkah tersebut menjadi momentum penting untuk memperbaiki pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.

Komisioner Sekber Pantau MBG, Novriwan, menilai pencopotan Dadan Hindayana merupakan langkah yang tepat untuk menyelamatkan program unggulan pemerintah tersebut. Ia berharap kepemimpinan baru dapat membawa perubahan signifikan dalam tata kelola dan pengawasan program.

Menurut Novriwan, Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN dinilai lebih aktif melakukan pengawasan langsung terhadap pelaksanaan MBG di lapangan.

"Performance Nanik di MBG ibarat langit dan bumi dibanding Dadan. Nanik yang saat itu masih Wakil Kepala BGN terlihat intens turun lapang. Sigap sidak ke dapur-dapur MBG. Kalau ada yang tidak sesuai SOP, dia tegas memberi sanksi," kata Novriwan, Rabu (3/6/2026).

Ia menilai selama kepemimpinan sebelumnya masih terdapat berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG yang belum tertangani secara optimal.

"Ada banyak compang-camping di pelaksanaan program strategis nasional ini. Namun lamban penanganannya. Malah kalau dicermati terkesan terjadi pembiaran. Itu makanya, meski sudah berjalan 1,5 tahun, masih banyak dapur MBG yang tidak sesuai juknis," ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Komisioner Sekber Pantau MBG lainnya, Donny Irawan. Ia berharap pergantian pimpinan BGN tidak sekadar menjadi perubahan struktural, tetapi diikuti langkah konkret untuk membenahi pelaksanaan program secara menyeluruh.

"Jangan sampai kehilangan momentum. Ibu Nanik yang sudah diberi amanah oleh Presiden pasti tahu persis bagaimana kondisi yang tidak baik-baik saja di banyak dapur MBG. Lewat kapasitas barunya mestinya sudah saatnya buat gebrakan," kata Donny.

Ia juga mendorong BGN memberikan sanksi tegas terhadap satuan pelayanan yang tidak menjalankan program sesuai petunjuk teknis yang berlaku.

BGN Lampung Diminta Dievaluasi

Sementara itu, Komisioner Sekber Pantau MBG, Hendri Std, menyoroti perlunya evaluasi terhadap pelaksanaan program di tingkat daerah, termasuk kinerja BGN Perwakilan Lampung.

Menurutnya, pergantian pimpinan BGN menunjukkan bahwa pemerintah pusat mendengarkan berbagai masukan publik terkait pelaksanaan MBG.

"Ini momen yang menjelaskan ternyata Presiden dan APH mendengarkan masukan dari publik. Itu mudah dipahami karena Presiden tidak mau ada pihak yang mengeruk manfaat pribadi atau kelompok di program andalannya," ujar Hendri.

Ia mengungkapkan Sekber Pantau MBG berencana menyampaikan berbagai temuan terkait pelaksanaan MBG di Lampung kepada Kepala BGN yang baru.

Hendri mengklaim pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan program, termasuk terkait keterbukaan data penerima manfaat dan tata kelola informasi di tingkat daerah.

"MBG ini dibiayai oleh hasil pajak warga. BGN dibayar untuk mengurusi teknisnya. Namun ketika warga dan media ingin mengakses data, prosesnya dinilai belum transparan," katanya.

Menurut Hendri, masih terdapat pertanyaan mendasar terkait jumlah penerima manfaat riil Program MBG di Lampung yang hingga kini belum dapat dijelaskan secara rinci kepada publik.

Karena itu, ia berharap kepemimpinan baru di BGN dapat mendorong perbaikan tata kelola, transparansi data, serta penguatan pengawasan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.