Pemprov Lampung Genjot Penanggulangan TBC Tanggamus

Pemprov Lampung memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mempercepat penanggulangan TBC di Kabupaten Tanggamus. Wagub Jihan Nurlela meminta penemuan kasus diperluas demi mendukung target eliminasi TBC 2030.

Pemprov Lampung Genjot Penanggulangan TBC Tanggamus
Foto: Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Tanggamus. Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Tanggamus yang dipimpin Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela secara virtual dari Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (6/8/2026).

Rapat yang diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus Suaidi beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Tanggamus itu bertujuan mengevaluasi capaian program sekaligus menyusun langkah percepatan penanggulangan TBC guna mendukung target nasional eliminasi TBC pada 2030.

Jihan mengatakan TBC masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan di Provinsi Lampung karena tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga produktivitas.

"Untuk meningkatkan produktivitas masyarakat, tentu pembangunan kesehatan juga menjadi bagian penting untuk menuntaskan penanggulangan tuberkulosis di Provinsi Lampung," kata Jihan.

Menurutnya, target eliminasi TBC pada 2030 hanya dapat dicapai melalui kolaborasi lintas sektor dan seluruh pemerintah kabupaten/kota. Upaya tersebut mencakup penemuan kasus secara aktif, memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas, serta mengurangi stigma terhadap penderita TBC.

Jihan menilai Kabupaten Tanggamus memiliki potensi mempercepat penanggulangan TBC dengan dukungan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, kader pemerintah pekon, hingga masyarakat.

Ia menegaskan pemerintah daerah memiliki peran strategis sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis, mulai dari koordinasi program, penyediaan pendanaan dan sumber daya manusia, penemuan kasus aktif, hingga memastikan seluruh pasien terlaporkan dalam sistem.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, estimasi kasus TBC di Kabupaten Tanggamus mencapai 2.532 kasus. Namun, hingga kini capaian notifikasi kasus baru baru sekitar 37 persen atau sebanyak 946 kasus. Sementara cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) masih mencapai 13 persen.

Melihat kondisi tersebut, Jihan meminta Pemerintah Kabupaten Tanggamus memperkuat penemuan kasus secara aktif, memperluas skrining kelompok berisiko, meningkatkan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan, mengoptimalkan pelaporan melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), serta melakukan pemantauan capaian program secara berkala.

Ia juga mengapresiasi Kabupaten Tanggamus yang telah memiliki Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2025–2030 dan Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB). Namun, menurutnya, berbagai kebijakan tersebut harus segera diwujudkan dalam program yang konkret.

Selain itu, Jihan meminta pemerintah kabupaten menambah jumlah Desa Siaga Tuberkulosis dan memperkuat peran 50 kader TBC yang saat ini telah terbentuk agar lebih optimal dalam penelusuran kasus di masyarakat.

Dalam mendukung percepatan penemuan kasus, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) juga tengah mengembangkan situs Peduli Tuberkulosis Lampung sebagai sarana skrining mandiri yang akan diintegrasikan dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Tak hanya itu, Provinsi Lampung juga akan menerima tambahan 25 unit X-ray portabel dari pemerintah pusat untuk memperkuat layanan diagnosis TBC. Jihan meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota menyiapkan administrasi dan sumber daya manusia agar peralatan tersebut dapat segera dimanfaatkan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus Suaidi memastikan pemerintah daerah akan memperkuat sosialisasi, pembentukan Kampung Siaga, skrining aktif di masyarakat, investigasi kontak, serta koordinasi lintas sektor untuk mempercepat penanggulangan TBC di wilayahnya.