ADHARA Sebagai Sistem Komunitas Pelabuhan Era Baru Digitalisasi dan Perdagangan Dunia
ADHARA merupakan platform Port Community System yang mengintegrasikan ekosistem pelabuhan dan rantai pasok melalui digitalisasi. Sistem ini ditujukan untuk meningkatkan transparansi, efisiensi logistik, mempercepat layanan kepabeanan, serta memperkuat daya saing perdagangan Indonesia.
OLEH : ARIEF POYUONO, S.E., M.Kom
Komisaris Pelindo
EFISIENSI logistik merupakan salah satu faktor penentu daya saing perusahaan di era globalisasi, karena biaya logistik yang tinggi dapat memengaruhi profitabilitas dan keberlanjutan bisnis (Christopher & Peck, 2020). Dalam konteks industri manufaktur, logistik tidak hanya berfokus pada pengelolaan transportasi dan penyimpanan, tetapi juga mencakup manajemen informasi, pemrosesan dokumen, serta koordinasi antar pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran rantai pasok
Studi oleh World Bank (2023) menunjukkan bahwa perusahaan dengan sistem logistik terintegrasi mampu menghemat biaya operasional hingga 25% dan meningkatkan kecepatan distribusi barang secara signifikan. Oleh karena itu, peningkatan efisiensi logistik menjadi prioritas strategis dalam menghadapi kompetisi bisnis global.
Di Indonesia, permasalahan biaya logistik telah menjadi perhatian utama karena kontribusinya yang besar terhadap struktur biaya operasional perusahaan. Laporan Logistics Performance Index (LPI) yang dirilis oleh World Bank (2023) menempatkan Indonesia pada peringkat ke-63 dari 139 negara, dengan nilai 3,0 dari skala 5,0. Hal ini menunjukkan masih adanya kendala signifikan dalam hal infrastruktur, prosedur administrasi, dan koordinasi antar pelaku rantai pasok. Penelitian Zhang dan Chen (2022) mengungkapkan bahwa hambatan seperti keterlambatan dokumen, rendahnya digitalisasi proses logistik, dan kurangnya integrasi informasi antar pihak menjadi penyebab utama tingginya biaya logistik di negara berkembang. Kondisi ini menegaskan perlunya strategi manajemen rantai pasok yang lebih efektif untuk mencapai efisiensi operasional.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengakui bahwa biaya logistik di Indonesia masih tergolong tinggi akibat beberapa faktor tertentu.
kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan wilayah yang luas menjadi tantangan tersendiri dalam melakukan pengelolaan logistik.
Dibutuhkan manajemen logistik yang terpadu, sehingga layanan ke masyarakat menjadi lebih baik dan biaya logistik dapat ditekan.
Tingginya biaya logistik juga dipengaruhi oleh kondisi pelabuhan di Indonesia yang masih menjadi feeder. Untuk itu, pemerintah tengah melakukan uji coba pada beberapa pelabuhan, seperti di Batam untuk melakukan pelayaran langsung ke negara tujuan tanpa harus transit ke negara lain seperti Singapura. Pemerintah juga memperhatikan faktor produktivitas bongkar muat dan waktu sandar atau port stay kapal di pelabuhan, karena turut menjadi penentu biaya logistik Indonesia. Lantas, seiring dengan mergernya PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo pada Oktober 2021 lalu, diharapkan produktivitas bongkar muat dapa ditingkatkan dan waktu sandar kapal dapat diturunkan, sehingga daya saing logistik Indonesia mampu membaik. “Sejumlah tantangan tersebut dapat diatasi dengan baik jika ada sinergi yang baik antara pemerintah, operator, pelaku usaha sektor transportasi, hingga masyarakat,”
Untuk Menjawab persoalan di atas PT Pelindo akan mencapai tonggak sejarah penting dalam perjalanan transformasi digitalnya melalui Adhara . Dipelopori oleh milik Pelindo Group yang dikembangkan oleh PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital yang mana akan menjadi bukti nyata hasil perpaduan antara visi dan eksekusi strategis; sistem ini mempercepat pengembangan di kepelabuhan di Indonesia menjadi pelabuhan pintar kelas dunia sekaligus akan menjadi sebagai pusat keuangan, perdagangan, dan maritim internasional.
Adhara adalah platform digital terintegrasi milik Pelindo Group yang dikembangkan oleh PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital sebagai jembatan digital untuk ekosistem logistik maritim nasional (Digital Bridge for Integrated Maritime)
Latar Belakaang dari Adhara terinspirasi dengan Belum tersediannya dan adanya integrasi sistem, setiap pihak (bea cukai, otoritas pelabuhan, perusahaan pelayaran, dan pemilik barang) bekerja secara terpisah. Hal ini menyebabkan
• Asimetri Data: Ketidakpastian jadwal kedatangan kapal dan kesiapan barang.
• Proses Manual & Duplikasi: Dokumen yang sama harus diserahkan berulang kali ke instansi yang berbeda.
• Waktu Tunggu (Dwelling Time) Lama: Penumpukan kontainer di pelabuhan akibat lambatnya verifikasi dokumen fisik.
• Biaya Siluman: Kurangnya transparansi membuka celah bagi pungutan liar (pungli).
Dari Visi Kebijakan Menjadi Realitas Digital
Adhara adalah platform digital terintegrasi yang menguraikan rencana pembangunan tulang punggung digital terpadu bagi ekosistem pelabuhan di Indonesia yang menyatukan Litbang Multi-Teknologi Logistik dan Rantai Pasok yang dibangun serta didanai oleh Pelindo akan urut membantu pengembangan dan pengelolaan sistem ini dengan menyediakan platform yang tepercaya dan netral. ADHARA merupakan contoh nyata kolaborasi strategis, yang nantinya akan diperkuat oleh Nota Kesepahaman dengan berbagai lintas departemen untuk konektivitas lintas batas serta pengembangan ekosistem yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan industri. Guna memastikan sistem ini benar-benar selaras dengan kebutuhan industri, yang akan menciptakan Kelompok Penghubung Ahli Industri yang mempertemukan para pemimpin sektor terkait untuk memberikan wawasan berkelanjutan selama proses pengembangan sistem.
Runtuhnya Sekat Sekat Informasi penyebab Biaya Tinggi
ADHARA akan membuat pasar menjadi lebih transparan dan efisien. Namun, dalam banyak kasus, hilangnya pembatas informasi ini justru menjadi penyebab biaya tinggi baru dalam operasional bisnis dan kehidupan sehari-hari ,Dengan adanya ADHARA nantinya Perusahaan tidak harus berinvestasi besar pada infrastruktur data, perangkat lunak analitik, serta tenaga ahli (seperti data scientist) hanya untuk menyaring informasi yang relevan
Dengan meruntuhkan sekat-sekat informasi yang terfragmentasi, ADHARA menyediakan satu sumber data yang akurat dan terpadu (single source of truth) terkait pergerakan kargo, sehingga menciptakan transparansi di seluruh rantai logistik. Sistem ini dibangun dengan prinsip menyediakan layanan dasar secara gratis guna mendorong adopsi secara luas. Dirancang untuk mendukung sekitar ratusan ribu pengguna, ADHARA secara fundamental mengubah cara para pemangku kepentingan berinteraksi dengan informasi kargo.
Dengan Fitur pelacakan real-time terpadu (one-stop) memungkinkan perusahaan ekspedisi (freight forwarder), importir, dan pemangku kepentingan lainnya untuk melacak kargo selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, melalui platform web atau seluler dengan menggunakan nomor Bill of Lading. Sistem ini menyajikan informasi lokasi kapal secara langsung, jadwal, status pelepasan kontainer, hingga pemantauan suhu untuk kargo berpendingin di terminal-terminal milik Pelindo.
Logistik terintegrasi laut-darat-udara menghadirkan visibilitas rantai pasok dari hulu ke hilir (end-to-end). ADHARA menggunakan kode QR unik untuk setiap pengiriman guna menghubungkan truk, gudang, dan operator; hal ini memungkinkan pelacakan real-time serta konfirmasi penerimaan secara instan di jalur laut, darat, dan udara, sehingga meningkatkan transparansi, efisiensi, dan konektivitas di seluruh rantai logistik.
Fitur peringatan cerdas dan analitik mengubah sistem ini menjadi platform manajemen risiko yang aktif; sistem memberikan peringatan proaktif terkait keterlambatan kapal, penyimpangan suhu, dan kontainer yang belum diambil, sehingga memungkinkan respons cepat dan perlindungan terhadap nilai kargo.
Teknologi yang aman dan memiliki kemampuan interoperabilitas menjadi landasan bagi keseluruhan sistem ini. Keamanan berbasis blockchain menjamin pertukaran data yang aman dari manipulasi dan terkontrol aksesnya (permissioned), sementara antarmuka pemrograman aplikasi memungkinkan ADHARA terintegrasi secara mulus ke dalam sistem yang sudah ada, sehingga meminimalkan gangguan dan memaksimalkan tingkat adopsi.
Fasilitasi Bisnis dan Inovasi Keuangan
Meskipun kemampuan pelacakan menjadi fondasi utamanya, kekuatan sesungguhnya dari ADHARA terletak pada kemampuannya untuk menyederhanakan proses yang kompleks dan menciptakan nilai tambah bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia , khususnya usaha kecil dan menengah (UKM).
Fitur "Satu Data untuk Berbagai Deklarasi" (One-Data-Multiple-Declarations) memungkinkan pengguna memasukkan data cukup sekali saja dan secara otomatis menghasilkan deklarasi kepabeanan untuk Indonesia . Sistem ini memangkas duplikasi, mengurangi kesalahan, dan mempercepat waktu penyelesaian prosedur kepabeanan (clearance). Layanan elektronik bernilai tambah ini menyediakan layanan terpadu bagi perusahaan logistik dan perdagangan lokal, sekaligus mendukung peningkatan kualitas seluruh industri terkait.
ADHARA sedang mengembangkan modul khusus Bersama lintas Departemen termasuk Departemen Bea dan Cukai. Pada tahap awal, ADHARA akan mendigitalkan proses pemberitahuan penahanan kargo, sehingga memberikan informasi yang lebih cepat dan transparan bagi pelaku perdagangan. Langkah ini merupakan perwujudan nyata menuju visi "Bea Cukai Cerdas" (Smart Customs) yang meningkatkan efisiensi proses kepabeanan melalui kolaborasi digital.
Lebih dari sekadar melacak kargo, ADHARA menghubungkan informasi transportasi dan arus perdagangan dengan arus modal, sehingga menciptakan landasan bagi inovasi keuangan. Data kargo yang diverifikasi melalui blockchain menyediakan informasi keuangan yang tepercaya, transparan, dan real-time; hal ini meningkatkan akurasi penilaian risiko, mempercepat waktu persetujuan, serta menurunkan biaya pembiayaan bagi pelaku perdagangan.
Aset Strategis untuk Masa Depan
ADHARA bukan sekadar platform digital atau pencapaian teknologi semata. ADHARA merupakan aset strategis yang mencerminkan visi Presiden Prabowo Subianto terhadap pelabuhannya melalui tiga karakteristik utama: cerdas, saling terhubung, dan berperan vital dalam perdagangan global. Sistem ini akan memosisikan Indonesia nantinya sebagai pusat logistik global yang tangguh, efisien, dan cerdas, serta siap menghadapi berbagai tantangan dan peluang di masa depan.
ADHARA akan mengatasi masalah biaya logistik tinggi di sektor pelabuhan dan distribusi. Ketika data tidak lagi tersimpan dalam "silo" (sekat) yang terisolasi, transparansi akan meningkat dan efisiensi waktu serta biaya dapat tercapai.
Ketika sekat informasi runtuh melalui implementasi sistem seperti ADHARA yang merupakan Port Community Syste dan terjadi digitalisasi yang massif maka memberikan dampak pada
• Satu Pintu Layanan (Single Submission): Pelaku usaha cukup memasukkan data satu kali untuk diakses oleh semua instansi terkait (Karantina, Bea Cukai, Imigrasi).
• Kepastian Dwelling Time: Pemilik barang bisa memantau posisi kontainer secara real-time, sehingga dapat menjadwalkan truk penjemputan dengan akurat tanpa terkena denda penumpukan (demurrage).
• Transparansi Biaya: Tarif bongkar muat, sewa gudang, dan administrasi tercatat secara digital, menghapus biaya-biaya tidak resmi.
• Optimasi Rute dan Armada: Perusahaan logistik dapat mengatur pergerakan truk agar tidak berjalan dalam keadaan kosong saat kembali (empty backhaul).
• Menghubungkan sistem pemerintah dengan sistem swasta (perbankan, depo, dan pelayaran).
• IoT dan Tracking System: Sensor pada kontainer dan truk yang membagikan data lokasi secara otomatis kepada seluruh rantai pasok.
• Kecerdasan Buatan (AI): Memprediksi kepadatan pelabuhan untuk mengatur antrean kapal secara otomatis.
REDAKSI











