Lampung Selatan Perkuat Kesiapan Hadapi Tsunami
Pemkab Lampung Selatan memperkuat kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami melalui optimalisasi Tim Reaksi Cepat (TRC), koordinasi lintas instansi, serta rencana sosialisasi dan simulasi evakuasi.
LAMPUNG SELATAN — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami dengan mengoptimalkan peran Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Daerah serta menyiapkan langkah antisipasi di lapangan.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Antisipasi Menghadapi Ancaman Bencana Gempa dan Tsunami di Ruang Rapat Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Lampung Selatan, Rabu (7/10/2026).
Pembentukan TRC Penanggulangan Bencana Daerah telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Lampung Selatan Nomor B/342.1/VI.01/HK/2026. Tim tersebut diharapkan mampu menjalankan tugas secara cepat dan terkoordinasi ketika terjadi keadaan darurat.
Staf Ahli Bupati Lampung Selatan Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Anasrullah, meminta seluruh unsur yang tercantum dalam keputusan tersebut memahami dan melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.
“Saya minta yang menjadi tugas dalam SK ini benar-benar dilaksanakan dengan baik. Masing-masing harus memperhatikan tugasnya dan memastikan semuanya berjalan sesuai tanggung jawab,” kata Anasrullah.
Ia menegaskan, kesiapsiagaan tidak boleh berhenti pada pembentukan tim dan rapat koordinasi. Setiap unsur perlu memastikan personel serta mekanisme penanganan bencana siap dijalankan ketika situasi darurat terjadi.
Anasrullah juga mengingatkan pentingnya pengendalian informasi selama bencana. Menurutnya, penyebaran hoaks dan aktivitas yang mengganggu penanganan di lapangan perlu diantisipasi agar tidak memperburuk situasi dan membahayakan masyarakat.
Ia menyebut pengalaman tsunami pada 2018 sebagai pelajaran penting dalam penanganan bencana, terutama terkait koordinasi dan ketertiban di lokasi terdampak.
“Jangan sampai nanti ada berita hoaks. Kita pernah mengalami kejadian pada 2018, ketika kondisi kalut akibat tsunami. Ada juga orang yang datang hanya untuk berswafoto. Hal-hal seperti ini harus diantisipasi,” ujarnya.
Anasrullah meminta hasil rapat ditindaklanjuti dengan langkah konkret, termasuk simulasi untuk menguji kesiapan personel dan efektivitas koordinasi antarlembaga.
“Rapat hari ini harus ditindaklanjuti. Jangan sampai berhenti hanya sampai di rapat ini. Kita perlu memastikan kesiapan di lapangan, termasuk melalui simulasi apabila terjadi bencana,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan, Maturidi, mengatakan pihaknya akan melanjutkan upaya kesiapsiagaan melalui sosialisasi dan simulasi gempa bumi serta tsunami.
Kegiatan sosialisasi direncanakan melibatkan seluruh perangkat daerah, camat, dan instansi vertikal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Peserta juga diharapkan meneruskan materi yang diperoleh kepada pegawai di lingkungan kerja masing-masing.
“Kita akan adakan sosialisasi gempa dan tsunami. Nanti pesertanya seluruh perangkat daerah, camat dan instansi vertikal. Sosialisasi di pemda, setelah itu kami berikan waktu untuk bapak ibu melakukan sosialisasi di kantor masing-masing bagi yang mengikuti pelatihan,” ujar Maturidi.
Menurutnya, sosialisasi dan simulasi diperlukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai ancaman bencana sekaligus mengidentifikasi kesiapan personel, sarana, dan prasarana di masing-masing instansi.
Melalui penguatan TRC, koordinasi lintas instansi, serta rencana sosialisasi dan simulasi, Pemkab Lampung Selatan berupaya meningkatkan kesiapan menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami serta memperkuat perlindungan terhadap masyarakat.











