DLH Bandar Lampung Intensifkan Pemangkasan Pohon
DLH Bandar Lampung mengintensifkan pemangkasan pohon tua dan lapuk untuk mengantisipasi pohon tumbang saat hujan deras dan angin kencang. Warga diminta melaporkan pohon yang dinilai membahayakan.
BANDAR LAMPUNG — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung mengintensifkan pemangkasan pohon tua dan lapuk untuk mengantisipasi risiko pohon tumbang saat hujan deras dan angin kencang.
Langkah tersebut dilakukan menyusul potensi pohon tumbang yang tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga dapat membahayakan kendaraan dan rumah warga.
Plt Kepala DLH Kota Bandar Lampung Budi Ardiyanto mengatakan pemangkasan dilakukan secara berkala, terutama terhadap pohon yang dinilai memiliki risiko membahayakan.
“Kami rutin melakukan pemangkasan pohon. Sampai hari ini pun petugas kami masih bergerak di lapangan, salah satunya di kawasan Jalan Teuku Umar,” kata Budi, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, pohon yang sudah tua, lapuk, atau memiliki dahan rawan patah menjadi prioritas penanganan. Pemangkasan terutama dilakukan terhadap pohon yang berada di jalan protokol dan kawasan dengan aktivitas masyarakat tinggi.
Budi mengatakan keberadaan pohon tetap penting untuk menjaga ekologi dan estetika kota. Namun, faktor keselamatan masyarakat menjadi pertimbangan utama dalam penanganannya.
DLH Buka Pengaduan Warga
Selain melakukan penyisiran secara rutin, DLH Bandar Lampung membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang menemukan pohon berisiko tumbang di lingkungan mereka.
Budi memastikan laporan warga akan ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung oleh tim teknis.
“Jika ada informasi dari masyarakat terkait keberadaan pohon rawan tumbang, langsung kami respons. Kami aktif melayani permintaan warga demi keamanan bersama,” ujarnya.
Ia mengimbau warga segera melaporkan pohon tua, lapuk, atau dahan yang berpotensi patah, baik di kawasan permukiman maupun fasilitas umum.
Menurut Budi, pemangkasan dan perapihan pohon secara berkala yang dibarengi respons cepat terhadap laporan masyarakat diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan akibat pohon tumbang, terutama saat cuaca ekstrem.
“Dengan perapihan dahan secara berkala dan respons cepat terhadap aduan warga, kami berharap potensi bencana akibat cuaca ekstrem bisa diminimalisasi,” pungkasnya.











