Jihan Siapkan ASN Lampung Hadapi Era AI

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan transformasi ASN menjadi kunci menghadapi era disrupsi teknologi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045. ASN dituntut adaptif, inovatif, berbasis data, dan mampu menerjemahkan visi pembangunan daerah ke dalam aksi nyata.

Jihan Siapkan ASN Lampung Hadapi Era AI
Foto: Istimewa

BANDARLAMPUNG – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya transformasi Aparatur Sipil Negara (ASN) agar mampu menghadapi era disrupsi teknologi, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan Jihan saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II serta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Angkatan XIV dan XV Tahun 2026 di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Lampung.

Menurut Jihan, tantangan global yang semakin kompleks menuntut ASN tidak lagi bekerja secara administratif semata. ASN harus mampu beradaptasi dengan perubahan, memanfaatkan teknologi, berpikir inovatif, serta bekerja berdasarkan data dan hasil yang terukur.

"Indonesia membutuhkan transformasi besar dalam pola pikir, tata kelola ekonomi, teknologi, dan kualitas sumber daya manusia agar mampu menjadi negara maju pada tahun 2045," ujar Jihan.

Ia menegaskan bahwa pelatihan yang diikuti para peserta bukan sekadar memenuhi persyaratan jabatan atau administrasi kepegawaian, melainkan menjadi proses pembentukan karakter kepemimpinan yang mampu menghadirkan solusi dan inovasi dalam pelayanan publik.

“Pelatihan ini bukan sekadar seremonial atau administratif. Ini adalah proses membentuk karakter kepemimpinan birokrasi yang mampu menghadirkan solusi, menciptakan inovasi, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II diikuti 45 peserta, sementara Pelatihan Dasar CPNS Angkatan XIV dan XV diikuti 80 peserta.

Jihan menjelaskan bahwa transformasi ASN merupakan fondasi utama menuju Indonesia Maju. Oleh karena itu, reformasi birokrasi tidak cukup hanya memperbaiki sistem yang ada, tetapi juga harus diikuti perubahan pola pikir dan budaya kerja yang lebih adaptif serta kolaboratif.

Selain menghadapi perkembangan teknologi, ASN juga dituntut siap menghadapi berbagai megatren global seperti perubahan iklim, persaingan sumber daya, hingga pergeseran kekuatan ekonomi dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Jihan juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk memanfaatkan bonus demografi yang dimiliki Lampung. Saat ini sekitar 70 persen penduduk Lampung berada pada usia produktif yang harus didukung melalui peningkatan pendidikan dan kompetensi.

Menurutnya, ASN memiliki peran penting dalam memastikan bonus demografi dapat menjadi kekuatan pembangunan daerah, bukan justru menjadi beban di masa depan.

Selain itu, ia mendorong ASN untuk mendukung program hilirisasi industri berbasis potensi unggulan daerah, khususnya sektor pertanian dan peternakan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Lampung.

Mengakhiri arahannya, Jihan meminta seluruh peserta menginternalisasi nilai dasar ASN BerAKHLAK, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Ia juga mengingatkan agar setiap ASN mampu menerjemahkan visi dan program pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung ke dalam aksi nyata di unit kerja masing-masing.

“Saya ingin menekankan bahwa setiap ASN harus mampu menerjemahkan visi dan program kerja Gubernur Lampung ke dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap lahir ASN yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap perubahan, serta mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas dalam mendukung terwujudnya Lampung Maju dan Indonesia Emas 2045.