Bupati Tubaba Tegaskan Kawal Pembangunan RSUD
Bupati Tubaba Novriwan Jaya menegaskan komitmen mengawal pembangunan RSUD hingga rampung sesuai target dengan mengutamakan kualitas, ketepatan waktu, dan akuntabilitas.
TULANGBAWANG BARAT – Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung, Novriwan Jaya, menegaskan komitmennya mengawal pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tulangbawang Barat agar rampung sesuai target dengan kualitas terbaik.
Komitmen tersebut disampaikan Novriwan saat meninjau langsung progres pembangunan RSUD Tubaba bersama Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Lampung, Agus Setyawan, Senin (27/7/2026).
Novriwan mengatakan pembangunan RSUD merupakan salah satu program strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, setiap tahapan pekerjaan harus dipastikan berjalan sesuai perencanaan, baik dari aspek kualitas, ketepatan waktu maupun akuntabilitas.
“Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat berkomitmen mengawal pembangunan RSUD ini agar dapat selesai sesuai target dengan kualitas terbaik. Kehadiran rumah sakit yang representatif akan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih modern, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat Tubaba,” ujar Novriwan.
Berdasarkan laporan pelaksanaan hingga minggu ke-20, progres fisik pembangunan RSUD Tubaba telah mencapai 23,93 persen. Capaian tersebut melampaui target rencana sebesar 16,21 persen atau mencatat deviasi positif 7,709 persen.
Dari sisi pekerjaan konstruksi, struktur bangunan telah mencapai lantai atap. Pengecoran atap telah rampung pada dua zona, sedangkan satu zona lainnya masih dalam tahap penyelesaian.
Pekerjaan sistem lantai telah mencapai lantai delapan, sementara pekerjaan arsitektur mulai memasuki pemasangan dinding di lantai satu.
Proyek pembangunan RSUD Tubaba merupakan proyek milik Kementerian Kesehatan yang didanai melalui DIPA Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Tahun Anggaran 2026.
Nilai kontrak proyek tersebut mencapai Rp128,34 miliar dengan masa pelaksanaan 296 hari kalender, terhitung sejak 11 Maret hingga 31 Desember 2026. Setelah konstruksi selesai, proyek memasuki masa pemeliharaan selama 365 hari hingga 31 Desember 2027.
Novriwan menegaskan pengawalan pembangunan tidak hanya menyangkut percepatan pekerjaan, tetapi juga memastikan kualitas konstruksi, keselamatan dan kesehatan kerja, serta akuntabilitas penggunaan anggaran.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, BPKP, konsultan pengawas, penyedia jasa konstruksi, dan pihak terkait lainnya perlu terus diperkuat hingga proyek selesai.
“Kami berharap sinergi yang telah terbangun antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPKP, serta seluruh pihak yang terlibat dapat terus diperkuat sehingga pembangunan RSUD Tulangbawang Barat dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Novriwan berharap keberadaan RSUD tersebut nantinya dapat memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan di Tubaba sekaligus memberikan akses layanan yang lebih cepat, lengkap, aman, dan berkualitas bagi masyarakat.











