Gubernur Lampung Siapkan 15 Ribu Pekerja ke Jerman

Pemprov Lampung menggandeng Sieger Lingua International dan Santri Entrepreneur Indonesia untuk mempercepat peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan bahasa Jerman. Program ini menargetkan pengiriman 15 ribu tenaga kerja terampil ke luar negeri setiap tahun.

Gubernur Lampung Siapkan 15 Ribu Pekerja ke Jerman
Foto: Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan pengiriman 15 ribu tenaga kerja terampil ke luar negeri setiap tahun melalui program Migran Vokasi. Salah satu negara tujuan utama adalah Jerman, yang membutuhkan tenaga kerja di berbagai sektor formal.

Target tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menerima audiensi jajaran Sieger Lingua International bersama Santri Entrepreneur Indonesia di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Rabu (29/7/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Pimpinan Sieger Lingua International Mofaje S. Caropeboka, Pimpinan Santri Entrepreneur Indonesia Tri Joko Margono, serta 20 peserta penerima beasiswa pelatihan bahasa Jerman.

Rahmat Mirzani menegaskan pembangunan daerah harus berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, kekayaan alam tidak akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa didukung SDM yang kompeten.

"Rumus kemajuan peradaban tetap sama, yaitu perbaikan SDM. Potensi sumber daya alam tidak akan optimal tanpa kualitas manusia yang baik," kata Rahmat.

Ia menjelaskan, setiap tahun Lampung melahirkan puluhan ribu lulusan SMA, SMK, dan perguruan tinggi, sementara daya serap lapangan kerja di dalam negeri masih terbatas. Karena itu, pemerintah daerah mendorong pembukaan akses kerja di sektor formal luar negeri melalui program Migran Vokasi.

Pemprov Lampung menargetkan pengiriman hingga 15 ribu tenaga kerja formal setiap tahun dalam lima tahun mendatang. Sektor yang menjadi prioritas antara lain tenaga kesehatan dan teknisi.

"Kami ingin mengubah paradigma pekerja migran dari sektor informal menjadi tenaga kerja formal yang memiliki keterampilan. Tantangan utamanya adalah penguasaan bahasa dan kesiapan mental," ujarnya.

Untuk mendukung program tersebut, Pemprov Lampung berkomitmen memfasilitasi sarana pelatihan bahasa Jerman serta mendorong kerja sama dengan akademi keperawatan dan perguruan tinggi agar mahasiswa tingkat akhir dapat mengikuti pelatihan bahasa dan keterampilan sebelum lulus.

Sementara itu, Sieger Lingua International dan Santri Entrepreneur Indonesia menyampaikan bahwa program beasiswa yang mereka jalankan tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan bahasa Jerman hingga level B1, tetapi juga menyediakan asrama gratis serta pembinaan karakter, keagamaan, dan kewirausahaan.

Kedua lembaga juga mengusulkan penambahan tenaga pengajar bahasa Jerman agar kapasitas peserta pelatihan dapat ditingkatkan.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung berharap semakin banyak tenaga kerja asal Lampung mampu bersaing di pasar kerja internasional sekaligus membawa pengalaman, keterampilan, dan modal untuk mendukung pembangunan daerah setelah kembali ke Indonesia.