Hari Kesaktian Pancasila, Pemprov Lampung Soroti Hoaks
Pemprov Lampung memperingati Hari Kesaktian Pancasila 2026 dengan menyoroti ancaman persatuan di era digital, termasuk hoaks, ujaran kebencian, dan pesan yang memecah belah.
BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Kamis (1/10/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat tertulis Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Dalam amanat tersebut, Gubernur Lampung menyoroti tantangan persatuan bangsa di tengah perkembangan teknologi digital. Menurutnya, ancaman terhadap persatuan kini dapat muncul melalui penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan berbagai pesan yang berpotensi memecah belah masyarakat.
"Namun tantangan zaman ini memang berbeda. Ancaman terhadap persatuan kita ini datang lewat layar gawai, lewat hoaks, ujaran kebencian, dan pesan yang memecah belah. Di situlah Pancasila harus hadir, bukan hanya dihafal, tetapi diamalkan dalam sikap sehari-hari," ujar Marindo saat membacakan sambutan Gubernur.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 mengusung tema nasional "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".
Dalam amanatnya, Gubernur juga menekankan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembangunan daerah. Pembangunan, kata dia, tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi harus memberikan manfaat dan akses yang merata kepada masyarakat.
"Inilah pembangunan yang berlandaskan Pancasila. Pembangunan yang menempatkan manusia sebagai tujuan utama dan kesejahteraan masyarakat sebagai orientasinya. Karena itu, jalan yang kita bangun harus membuka akses dan kesempatan ekonomi," kata Marindo.
Dia melanjutkan, pembangunan pendidikan harus membuka kesempatan bagi generasi muda, pelayanan kesehatan menjangkau seluruh masyarakat, serta pembangunan pertanian meningkatkan kesejahteraan petani.
"Pendidikan yang kita bangun harus membuka masa depan generasi muda. Pelayanan kesehatan harus menjangkau seluruh masyarakat. Pembangunan pertanian harus meningkatkan kesejahteraan petani, serta pemberdayaan UMKM harus membuka kesempatan masyarakat untuk tumbuh dan mandiri," ujarnya.
Marindo kemudian mengajak aparatur pemerintah dan masyarakat Lampung menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk memperkuat persatuan melalui tindakan sehari-hari.
"Pancasila tidak akan kuat hanya karena kita peringati setiap tahun. Pancasila kuat karena kita rawat setiap hari lewat sikap jujur, adil, dan saling menghargai," katanya.
Upacara dihadiri perwakilan pimpinan DPRD Lampung, jajaran Forkopimda, instansi vertikal, pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Lampung, personel TNI dan Polri, serta aparatur sipil negara (ASN).
Pada akhir kegiatan, Pemprov Lampung juga menyerahkan tali asih kepada tiga ASN yang memasuki masa purna bakti.
REDAKSI











