PKK Lampung Perkuat Sinergi dengan Dekranas dan Posyandu
TP PKK Lampung mendorong sinkronisasi program Dekranasda, PKK, dan Posyandu dari tingkat pusat hingga daerah untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat.
JAKARTA – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, mendorong penguatan sinergi antara Dekranasda, Tim Penggerak PKK, dan Tim Pembina Posyandu agar program pemberdayaan masyarakat dari tingkat pusat hingga daerah berjalan lebih terarah.
Hal itu disampaikan Wulan Mirza saat mengikuti Rapat Penguatan Tata Kelola Kelembagaan Dekranas, Tim Penggerak PKK, dan Tim Pembina Posyandu se-Indonesia bagian barat di Hotel Bidakara, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2026).
Menurut Wulan, forum tersebut menjadi momentum untuk menyelaraskan program kerja ketiga lembaga sehingga kebijakan dan program dari tingkat pusat dapat diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat di daerah.
“Hari ini diharapkan untuk sinergitas dari tiga lembaga ini, bagaimana PKK, Posyandu dan Dekranasda dapat mensinkronisasikan program-program kerja,” ujar Wulan.
Ia mengatakan, hasil pembahasan di tingkat pusat akan dibawa dan disesuaikan dengan pelaksanaan program di Provinsi Lampung hingga kabupaten dan kota.
“Program-program kerja dari pusat akan kami bawa ke provinsi dan juga nanti akan ke daerah,” katanya.
Wulan berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada koordinasi kelembagaan, tetapi menghasilkan program yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan daerah.
“Mudah-mudahan kolaborasi kerja sama ini akan menghasilkan apa-apa yang harus kita laksanakan ke depan untuk Provinsi Lampung kita tercinta,” ujarnya.
Sementara itu, Ny. Tri Suswati Tito Karnavian menekankan bahwa sinergi program harus ditopang tata kelola kelembagaan yang jelas. Menurutnya, Dekranas, TP PKK, dan Tim Pembina Posyandu memiliki karakteristik dan tugas berbeda, tetapi memiliki irisan dalam pemberdayaan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kelembagaan yang kuat tentunya membutuhkan tata kelola yang jelas. Seluruh aspek tersebut perlu dibangun secara sistematis agar setiap unsur dapat menjalankan perannya secara optimal,” kata Tri Suswati.
Ia menilai penguatan tata kelola penting agar program, termasuk pengembangan kerajinan, dapat direncanakan dan dilaksanakan secara terkoordinasi serta berkelanjutan.
Rapat tersebut menjadi forum koordinasi bagi pengurus Dekranas, TP PKK, dan Tim Pembina Posyandu untuk menyelaraskan tata kelola serta program kerja. Hasil koordinasi diharapkan dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di daerah.
Bagi Lampung, sinkronisasi tersebut akan menjadi dasar untuk menerjemahkan program tingkat pusat ke dalam kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.
REDAKSI











