413 Siswa Siap Masuk Sekolah Rakyat Lampung
Pemprov Lampung mematangkan persiapan operasional Sekolah Rakyat Permanen di Kota Baru. Sebanyak 413 siswa dari 15 kabupaten/kota akan mulai mengikuti MPLS pada 14 Juli 2026.
BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung mematangkan persiapan operasional Sekolah Rakyat Permanen di Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan, menjelang dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 14 Juli 2026 yang sekaligus menandai awal Tahun Ajaran 2026/2027.
Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan saat memimpin rapat dukungan penyelenggaraan Sekolah Rakyat Permanen di Kantor Gubernur Lampung, Kamis (25/6/2026).
Marindo meminta seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi dan mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan pendukung agar sekolah dapat beroperasi sesuai jadwal.
"Ini merupakan program strategis pemerintah untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu. Karena itu, seluruh dukungan yang dibutuhkan harus dipastikan siap semuanya," ujar Marindo.
Ia menyebut sejumlah aspek yang menjadi perhatian pemerintah daerah meliputi pemenuhan tenaga pendidik, layanan kesehatan bagi siswa, perbaikan akses jalan menuju sekolah, hingga penyediaan penerangan jalan.
Dalam rapat tersebut juga disampaikan progres pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kota Baru telah mencapai 83 persen. Fasilitas utama seperti ruang kelas, asrama, ruang makan, aula, dan sarana pendukung pembelajaran ditargetkan siap digunakan saat operasional dimulai.
Sekolah Rakyat Permanen Kota Baru merupakan satu dari 104 lokasi Sekolah Rakyat Permanen yang dibangun secara nasional. Lahan disiapkan Pemerintah Provinsi Lampung, sedangkan pembangunan fisik dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum menggunakan dana APBN.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Aswarodi mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat tahap awal di Lampung juga dilakukan di Kabupaten Lampung Timur.
Ia menjelaskan penerimaan peserta didik mengacu pada Keputusan Menteri Sosial Nomor 63/HUK/2026 melalui mekanisme penjangkauan oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), dengan sasaran anak-anak dari keluarga Desil 1 dan Desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Setelah melalui proses verifikasi lapangan dan kunjungan rumah, Kementerian Sosial menetapkan kuota 270 peserta didik baru untuk tahun ajaran 2026/2027.
Namun, kuota jenjang SD tidak seluruhnya terpenuhi karena sebagian orang tua belum siap melepas anaknya mengikuti pendidikan berbasis asrama. Dua rombongan belajar SD kemudian dialihkan menjadi masing-masing satu rombongan belajar tambahan untuk jenjang SMP dan SMA.
Dengan perubahan tersebut, komposisi rombongan belajar menjadi empat rombel SMA, empat rombel SMP, dan satu rombel SD.
Selain peserta didik baru, sebanyak 71 siswa dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 32 Lampung Selatan akan dipindahkan ke lokasi permanen di Kota Baru. Sementara Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 35 Bandar Lampung memperoleh tambahan kuota 60 siswa baru jenjang SD dan SMP.
Sebanyak 12 lulusan SRT 35 Bandar Lampung juga akan melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Permanen Kota Baru.
"Dengan demikian, total peserta didik yang akan menempati Sekolah Rakyat Permanen Kota Baru pada Tahun Ajaran 2026/2027 mencapai 413 siswa yang berasal dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung," kata Aswarodi.
Ia menambahkan, pada 13 Juli 2026 akan dilakukan kedatangan peserta didik, pemeriksaan kesehatan gratis, open house, dan doa bersama. Selanjutnya, pada 14 Juli 2026 seluruh siswa akan mengikuti MPLS sebagai tanda dimulainya kegiatan belajar mengajar.
REDAKSI










