391 Ribu Keluarga Lampung Terima PKH
Pemprov Lampung memperkuat sinergi dengan pendamping PKH untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan. Sebanyak 391.826 keluarga penerima manfaat menerima bantuan sosial senilai Rp293,3 miliar.
BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat upaya percepatan penanggulangan kemiskinan melalui sinergi dengan Program Keluarga Harapan (PKH). Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, bersama perwakilan PKH se-Lampung di Kantor Gubernur Lampung, Jumat (5/6/2026).
Rapat dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), antara lain Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Koordinator PKH Provinsi Lampung, serta perwakilan koordinator PKH kabupaten/kota.
Marindo Kurniawan menegaskan pentingnya integrasi Program Keluarga Harapan dengan berbagai program pengentasan kemiskinan yang dijalankan pemerintah daerah, khususnya bagi masyarakat yang berada pada kelompok desil 1 hingga desil 4.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan para pendamping PKH di lapangan menjadi faktor penting dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan data Kementerian Sosial RI Tahap II Tahun 2026, jumlah penerima manfaat PKH di Provinsi Lampung mencapai 391.826 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 15 kabupaten/kota. Total bantuan sosial yang disalurkan mencapai Rp293,3 miliar.
Koordinator PKH Provinsi Lampung, Slamet Riyadi, menyatakan kesiapan seluruh jajaran PKH untuk mendukung program percepatan penanggulangan kemiskinan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
Ia menjelaskan, sebanyak 1.545 pendamping sosial PKH yang tersebar di 229 kecamatan siap bersinergi dengan pemerintah daerah guna mendorong peningkatan kemandirian KPM serta mempercepat graduasi keluarga dari program bantuan sosial.
Melalui penguatan koordinasi dan sinergi tersebut, upaya penanggulangan kemiskinan di Lampung diharapkan berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
REDAKSI










