OJK-Karang Taruna Lampung Cetak Pengusaha Muda Desa

OJK Lampung menggandeng Karang Taruna untuk mengembangkan kewirausahaan pemuda di 30 desa prioritas Desaku Maju sebagai upaya memperkuat ekonomi dan literasi keuangan masyarakat perdesaan.

OJK-Karang Taruna Lampung Cetak Pengusaha Muda Desa
Foto: Istimewa

BANDAR LAMPUNG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung menggandeng Karang Taruna untuk memperkuat ekonomi desa melalui pengembangan kewirausahaan pemuda. Program tersebut akan diawali di 30 desa prioritas yang masuk dalam program Pemerintah Provinsi Lampung, Desaku Maju.

Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy mengatakan pembangunan ekonomi daerah perlu diperluas hingga ke wilayah perdesaan. Menurutnya, pemuda desa memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi apabila mendapat pembinaan dan akses ke ekosistem kewirausahaan.

“Pak Gubernur sangat konsen dengan hilirisasi dan pembangunan ekonomi yang episentrumnya ada di desa. Biar pemerataan kesejahteraan itu tidak melulu dinikmati oleh teman-teman yang ada di kota, tetapi terlihat nyata buat masyarakat di desa,” kata Otto seusai bertemu Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung Wahrul Fauzi Silalahi beserta jajaran di Kantor OJK Lampung, Senin (10/8/2026).

Menurut Otto, Karang Taruna dipilih sebagai mitra strategis karena memiliki jaringan organisasi hingga tingkat desa. Kolaborasi tersebut dinilai dapat mempermudah pelaksanaan pembinaan kewirausahaan pemuda secara langsung di masyarakat.

Sebagai tahap awal, OJK Lampung akan menginisiasi pembinaan kewirausahaan di 30 desa prioritas Desaku Maju yang merupakan perwakilan dari seluruh kabupaten di Lampung.

“Kita bisa memulainya di 30 desa prioritas Pak Gubernur, yaitu Desaku Maju. Karena 30 desa itu mewakili seluruh kabupaten di Lampung. Harapannya, kalau nanti sukses terlaksana, teman-teman di kabupaten tinggal mereplikasi saja untuk desa-desa yang lain,” ujarnya.

Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menciptakan wirausaha baru, tetapi juga memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat desa.

Otto mengatakan akses masyarakat Lampung terhadap industri jasa keuangan pada 2025 telah mencapai sekitar 80 persen. Angka tersebut terus diarahkan mendekati target nasional sebesar 90 persen. Sementara itu, tingkat literasi keuangan masyarakat masih sekitar 66 persen.

Karena itu, keterlibatan pemuda dalam kegiatan kewirausahaan yang terhubung dengan lembaga keuangan formal diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan risiko produk jasa keuangan.

Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung Wahrul Fauzi Silalahi menyambut baik kerja sama tersebut. Ia mengatakan program itu sejalan dengan agenda Karang Taruna untuk mencetak lebih banyak pengusaha muda berbasis desa.

“Program ini dirancang untuk menciptakan wirausahawan muda berbasis desa yang mampu membuka lapangan kerja baru serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal,” kata Wahrul.

Menurut dia, kolaborasi Karang Taruna, pemerintah daerah, OJK, dan lembaga keuangan formal diharapkan dapat melahirkan wirausaha muda yang mampu menjadi penggerak perekonomian desa.

“Melalui sinergi antara Karang Taruna, Pemerintah Daerah, OJK dan lembaga keuangan formal, diharapkan wirausahawan muda yang lahir dari desa dapat menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung yang mandiri dan berdaya saing di masa depan,” ujarnya.

Program pembinaan di 30 desa tersebut selanjutnya diharapkan dapat menjadi model yang direplikasi ke desa-desa lain di Lampung.