Pemprov Lampung Siapkan SDM Kerja ke Korea
Pemprov Lampung mengembangkan Program Kelas Migran Vokasi untuk membuka akses pendidikan tinggi dan peluang kerja legal di Korea Selatan bagi lulusan SMA/SMK sederajat.
BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperluas akses pendidikan dan peluang kerja internasional melalui pengembangan Program Kelas Migran Vokasi. Program tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Selasa (30/6/2026).
Rapat tersebut mengevaluasi pelaksanaan Program Kelas Migran Vokasi sekaligus membahas peluang kerja sama pendidikan dan vokasi dengan Republik Korea bersama Asparindo Institute dan KOLA Korea Eduwork.
Dalam pertemuan itu dijelaskan bahwa Korea Selatan tengah menghadapi penurunan jumlah penduduk usia produktif sehingga membutuhkan tenaga kerja terampil dan mahasiswa internasional. Melalui kebijakan Study Korea 300K, pemerintah setempat membuka kesempatan lebih luas bagi mahasiswa asing untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus bekerja secara legal selama masa studi.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan Lampung memiliki potensi sumber daya manusia yang besar. Setiap tahun sekitar 120 ribu lulusan SMA/SMK sederajat dihasilkan, namun hanya sekitar 45 ribu yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
"Harapan kita bukan hanya Jepang, tetapi juga Korea Selatan, Taiwan, dan negara-negara lainnya. Kita akan menyiapkan skema bagi peserta yang berminat agar dapat memilih negara tujuan," ujar Jihan.
Menurutnya, pengembangan Program Kelas Migran Vokasi diharapkan menjadi salah satu solusi untuk menekan angka pengangguran terbuka sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung.
Jihan menegaskan Pemprov Lampung menyambut baik peluang kerja sama tersebut dan siap mengembangkannya, tidak hanya pada sektor pendidikan, tetapi juga industri.
"Kami menyambut peluang kerja sama ini dengan tangan terbuka dan siap menjajakinya lebih lanjut, bukan hanya di bidang pendidikan tetapi juga sektor industri. Yang perlu kita siapkan adalah sumber daya manusianya," katanya.
Melalui program tersebut, Pemprov Lampung menargetkan peningkatan kualitas SDM yang mampu bersaing di tingkat global melalui akses pendidikan tinggi internasional, peningkatan kemampuan bahasa Korea, penguasaan keterampilan kerja, serta peluang bekerja secara legal dan profesional di luar negeri.
Selain menempuh pendidikan di Korea Selatan, peserta program juga berpeluang bekerja secara legal selama masa studi, memperoleh sertifikasi kompetensi internasional, hingga memiliki kesempatan mendapatkan Visa Kerja Profesional (E-7) sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemprov Lampung berharap kolaborasi internasional di bidang pendidikan dan vokasi dapat melahirkan generasi muda yang unggul, kompetitif, dan siap bersaing di pasar kerja global.
REDAKSI










