Musrenbang Kecamatan Kasui, Ixuan Tekankan Hilirisasi, Mitigasi Bencana Dan Pelestarian Lingkungan Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Musrenbang Kecamatan Kasui, Ixuan Tekankan Hilirisasi, Mitigasi Bencana Dan Pelestarian Lingkungan Untuk Kesejahteraan Masyarakat
Foto (Istimewa)

Waykanan - Monologis.id. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Ixuan Akhmadi, S.Sos., M.M., membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2027 dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Way Kanan Tahun 2027, di Aula Kecamatan Kasui, Selasa (10/02/2026).

Menyampaikan arahan Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah, S.Ked., Ixuan secara khusus menekankan tiga fokus strategis yang harus menjadi perhatian Camat dan seluruh Kepala Kampung, dengan orientasi langsung pada peningkatan kesejahteraan dan perlindungan masyarakat.

Arahan pertama berkaitan dengan transformasi komoditas unggulan melalui hilirisasi. Kecamatan Kasui sebagai sentra perkebunan kopi dan lada didorong untuk tidak lagi bergantung pada penjualan bahan mentah. Sekda meminta agar Dana Desa dimanfaatkan untuk pelatihan dan penguatan kapasitas masyarakat dalam mengolah hasil perkebunan menjadi produk kemasan bernilai tambah.

Langkah ini dinilai akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani, karena mampu meningkatkan nilai jual produk, memperluas peluang pasar, membuka lapangan kerja baru di tingkat kampung, serta memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Arahan kedua menitikberatkan pada antisipasi bencana hidrometeorologi. Sekda menginstruksikan agar seluruh aparatur kampung bersama masyarakat aktif melakukan normalisasi saluran drainase serta memastikan embung desa berfungsi optimal. Kewaspadaan terhadap potensi banjir harus terus ditingkatkan.

Upaya ini bertujuan melindungi keselamatan warga, mencegah kerugian materiil akibat banjir, menjaga lahan pertanian tetap produktif, serta memastikan aktivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu saat musim hujan.

Arahan ketiga menyangkut pelestarian lingkungan sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan. Ixuan mengajak seluruh pihak untuk kembali menggalakkan gerakan penanaman pohon, terutama di area kritis, sebagai bentuk antisipasi terhadap perubahan iklim dan degradasi lingkungan.

Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian alam. Dengan lingkungan yang terjaga, masyarakat akan memperoleh manfaat jangka panjang berupa ketersediaan sumber air, pengurangan risiko bencana, serta kualitas hidup yang lebih baik.

Berdasarkan data Indeks Desa (ID) Tahun 2025, Kecamatan Kasui mencatat capaian positif dengan skor rata-rata 78,69, berada di atas rata-rata Kabupaten Way Kanan sebesar 77,53. Sebanyak 8 kampung telah berstatus Mandiri, 10 kampung berstatus Maju, dan tersisa 1 kampung berstatus Berkembang. Capaian ini menjadi modal kuat untuk terus mendorong peningkatan kualitas pembangunan yang merata dan inklusif.

Meski demikian, evaluasi per dimensi menunjukkan bahwa Dimensi Aksesibilitas masih menjadi tantangan dengan skor rata-rata 45,00. Oleh karena itu, arahan Ixuan juga diharapkan mampu memperkuat konektivitas dan pemerataan pembangunan agar seluruh masyarakat, termasuk di wilayah yang relatif sulit dijangkau, dapat merasakan manfaat pembangunan secara adil.

Di tengah keterbatasan fiskal akibat penurunan pendapatan transfer daerah, Pemerintah Kabupaten Way Kanan tetap berkomitmen memprioritaskan belanja wajib dan pelayanan dasar. Selain itu, upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penguatan sinergi dengan Pemerintah Provinsi serta Pemerintah Pusat terus dilakukan guna memastikan program-program prioritas tetap berjalan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui Musrenbang ini, diharapkan setiap usulan pembangunan benar-benar selaras dengan kebutuhan riil masyarakat, berbasis data, serta mampu meningkatkan kesejahteraan, ketahanan, dan kemandirian kampung di Kecamatan Kasui.