Mukhlis Basri Soroti Tol Terbanggi - Kramasan Rusak, Minta Digratiskan Saat Mudik
Jakarta – Monologis.id. Menjelang arus mudik Idul Fitri 2026, Kondisi ruas Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) hingga Kayu Agung–Keramasan menuai sorotan tajam dari Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mukhlis Basri Dalam rapat bersama pemerintah, Kamis (12/3/2026), Mukhlis menilai kerusakan di sejumlah titik ruas tol tersebut telah mengganggu kenyamanan bahkan keselamatan pengguna jalan.
Ia menilai kondisi jalan di beberapa titik bahkan lebih buruk dibandingkan jalan kampung sehingga tidak layak disebut sebagai jalan tol berbayar. Menurutnya, masyarakat akan dirugikan jika tetap diwajibkan membayar tarif sementara kondisi jalan rusak.
“Jalan ini lebih parah daripada jalan kampung. Masa masih ditetapkan sebagai jalan tol. Masyarakat lagi susah,” katanya.
Karena itu, ia meminta pemerintah mempertimbangkan pembebasan tarif tol, terutama menjelang arus mudik Lebaran, hingga kondisi jalan diperbaiki secara menyeluruh.
“Ini ruas jalan tol Terbanggi Besar–Kayu Agung sama Kayu Agung–Keramasan. Jalan ini bukan seperti jalan tol lagi. Saya minta selama Lebaran ini dibebaskan saja, jangan lagi dibayar,” ujar mantan Bupati Lampung Barat dua periode ini.
Ia mengaku baru saja melakukan perjalanan dari Palembang dan merasakan langsung kerusakan di sejumlah titik ruas tol tersebut. Bahkan, ia mengaku sempat mengurungkan rencana perjalanan darat karena kondisi jalan yang dinilai cukup parah.
“Saya baru pulang dari Palembang, jalannya rusak. Saya mau ke Palembang saja tidak jadi pakai jalur darat karena kondisinya parah sekali,” ujarnya.
Menurutnya, pembebasan tarif sebaiknya tidak hanya berlaku selama periode Lebaran, tetapi hingga proses perbaikan jalan benar-benar rampung sehingga masyarakat tidak dirugikan.
Ia juga menilai kebijakan tersebut tidak akan menemui kendala karena ruas tol tersebut masih berada di bawah pengelolaan badan usaha milik negara.
“Ini bukan punya swasta juga, masih punya negara. Ruas Terbanggi Besar–Kayu Agung oleh HK, lalu Kayu Agung–Keramasan juga ruas kita. Jadi saya kira tidak ada masalah kalau dibebaskan dulu,” katanya.
Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan transportasi pun mendorong pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap kondisi ruas tol tersebut sekaligus mempercepat perbaikan, terutama menjelang arus mudik Lebaran tahun ini.
DEDI ROHMAN










