Jihan Soroti Tingginya Kasus TBC Lamsel
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meminta percepatan penanggulangan tuberkulosis di Lampung Selatan setelah capaian penemuan kasus pada triwulan I 2026 masih jauh dari target.
BANDAR LAMPUNG – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Lampung Selatan secara virtual dari Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung, Rabu (24/6/2026).
Rapat tersebut digelar untuk mempercepat upaya eliminasi tuberkulosis (TBC) di Provinsi Lampung sekaligus mendukung target nasional eliminasi TBC pada 2030.
Dalam arahannya, Jihan mengatakan Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu daerah prioritas penanganan karena menyumbang sekitar 11 persen dari total kasus TBC di Provinsi Lampung.
Berdasarkan hasil evaluasi triwulan pertama 2026, capaian penemuan kasus TBC di Kabupaten Lampung Selatan baru mencapai 1.247 kasus atau sekitar 38 persen dari target 3.275 kasus.
Meski demikian, capaian enrollment TBC sensitif obat (SO), resisten obat (RO), serta tingkat keberhasilan pengobatan telah memenuhi target yang ditetapkan. Namun, sejumlah indikator lain masih memerlukan perhatian, seperti pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), notifikasi kasus, dan investigasi kontak yang belum mencapai target.
Jihan juga menyoroti belum optimalnya integrasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Dari 7.321 terduga kasus TBC yang tercatat, baru tiga pasien yang berhasil terintegrasi ke dalam sistem.
Selain itu, berdasarkan Dashboard Kebijakan TBC Nasional, Kabupaten Lampung Selatan juga tercatat belum mengunggah kebijakan Desa Siaga TBC.
Untuk mempercepat penemuan kasus, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) tengah mengembangkan website Peduli TBC Lampung. Platform tersebut dilengkapi fitur skrining mandiri yang mengelompokkan risiko berdasarkan kategori warna hijau, kuning, merah, dan biru guna mendukung pelacakan kasus secara lebih terarah.
Dalam rapat tersebut, Jihan memberikan sejumlah rekomendasi untuk mempercepat pencapaian target eliminasi TBC, di antaranya pelaksanaan tracing TBC yang terintegrasi dengan Program CKG, pemanfaatan 166 titik layanan mesin X-Ray portabel, optimalisasi program voucher X-Ray, serta pemantauan SITB secara rutin melalui rapat virtual mingguan yang dipimpin Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga didorong untuk memperkuat koordinasi dengan Bappeda guna mempercepat pengunggahan Surat Keputusan Desa Siaga TBC ke Dashboard Kebijakan TBC Nasional.
“Percepatan eliminasi TBC harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, tetapi perlu menggandeng Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, TP PKK, akademisi, dan dunia usaha agar upaya yang dilakukan semakin efektif dan berkelanjutan,” kata Jihan.
Ia menegaskan bahwa penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa dan kelurahan menjadi kunci dalam mempercepat penanggulangan TBC di Lampung Selatan guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan mendukung tercapainya target eliminasi TBC nasional pada 2030.
REDAKSI










