BALAM READS Dongkrak Anggota Perpustakaan Digital Bandar Lampung Jadi 1.013 Orang
Dispusip Bandar Lampung melalui BALAM READS meningkatkan anggota aplikasi perpustakaan digital BUKA BUKU menjadi 1.013 orang, melampaui target 1.000 anggota.
BANDAR LAMPUNG – Jumlah anggota aplikasi perpustakaan digital BUKA BUKU milik Pemerintah Kota Bandar Lampung meningkat dari 423 menjadi 1.013 orang setelah pelaksanaan gerakan BALAM READS (Read, Engage, Access, Digital Society) yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) setempat.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Dispusip Kota Bandar Lampung, Hidayat Ismet, dalam kegiatan diseminasi pelaksanaan milestone jangka pendek proyek perubahan BALAM READS, Jumat (6/11/2026).
Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah anggota bertambah 590 orang atau mencapai 101,3 persen dari target minimal 1.000 anggota.
Selain peningkatan jumlah anggota, program tersebut juga mencatat kenaikan jumlah pembaca aktif dari tiga menjadi 39 orang. Sirkulasi buku meningkat dari 11 menjadi 134, sedangkan jumlah pengunjung naik dari 109 menjadi 260 orang.
Hidayat mengatakan, BALAM READS merupakan upaya mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi BUKA BUKU yang telah tersedia, sekaligus memperluas budaya membaca melalui layanan perpustakaan digital.
Menurut dia, pengembangan perpustakaan harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi.
"BALAM READS bukan membangun aplikasi baru, melainkan menggerakkan perubahan agar BUKA BUKU yang telah tersedia dapat dikenal, diakses, dan dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat," kata Hidayat.
Ia menjelaskan, terdapat empat persoalan utama yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan program tersebut, yakni kapasitas sumber daya manusia aparatur, metode promosi yang masih konvensional, ketersediaan koleksi dan konten elektronik, serta lingkungan literasi.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, BALAM READS menerapkan strategi 3E, yaitu Educate, Engage, dan Empower.
Strategi tersebut mencakup upaya mengenalkan layanan perpustakaan digital kepada masyarakat, melibatkan pengguna secara aktif, serta memberdayakan masyarakat agar memanfaatkan layanan tersebut secara berkelanjutan.
"BALAM READS diarahkan untuk membangun perubahan perilaku dan kolaborasi, bukan sekadar memperkenalkan sebuah aplikasi," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Tim Efektif Proyek Perubahan berkolaborasi dengan sejumlah perangkat daerah dan komunitas, di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, BAPPERIDA, Bagian Hukum Sekretariat Daerah, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta komunitas PMII.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui sosialisasi di 21 satuan pendidikan tingkat SD dan SMP serta produksi konten kreatif berbasis edukasi dan hiburan atau edutainment untuk memperkenalkan layanan BUKA BUKU kepada masyarakat.
Dari sisi kelembagaan, Hidayat menyebut pengembangan aplikasi BUKA BUKU telah memiliki landasan formal melalui Keputusan Wali Kota Bandar Lampung Nomor 669/III.18/HK/2026 tentang Penetapan Inovasi Aplikasi BUKA BUKU sebagai Layanan Perpustakaan Digital Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Menurut dia, dukungan kebijakan dan kolaborasi lintas sektor diperlukan agar optimalisasi layanan perpustakaan digital dapat berjalan secara berkelanjutan.
Hidayat menegaskan, keberhasilan BALAM READS tidak hanya diukur dari peningkatan jumlah anggota aplikasi, tetapi juga dari perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses bahan bacaan dan memanfaatkan layanan perpustakaan.
"Keberlanjutan bukan sekadar melanjutkan kegiatan, tetapi melembagakan perubahan dalam pelayanan," katanya.
REDAKSI











