Program Jumat Berbagi Polres Lampura Sentuh Hati Warga Kurang Mampu di Lampung Utara
Program Jumat Berbagi Polres Lampung Utara yang dipimpin AKBP Raswidiati Anggraini menyalurkan bantuan sembako dan uang tunai kepada warga kurang mampu, lansia, serta penyandang disabilitas.
LAMPUNG UTARA - Di tengah hiruk-pikuk tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polres Lampung Utara punya cara lain untuk hadir di hati warga. Bukan dengan seragam lengkap dan senjata di pinggang, melainkan dengan senyum hangat, uluran tangan, dan sekantong kebutuhan pokok.
Pada Jumat, 30 Oktober 2026, menjadi bukti nyata kehadiran Polri yang dekat dengan rakyat. Di bawah kepemimpinan AKBP Raswidiati Anggraini, S.I.K., keluarga besar Polres Lampung Utara kembali melaksanakan program rutin yang menyentuh hati banyak orang: Jumat Berbagi.
Bantuan yang disalurkan hari ini bukan berasal dari anggaran negara semata. Uang tunai dan kebutuhan pokok yang dibawa tim adalah infaq murni dari keikhlasan para personel, yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezeki mereka setiap hari Jumat. Sebuah tradisi sederhana yang lahir dari hati, untuk sesama.
Langkah kaki tim pertama-tama menuju Kampung Tempel, Desa Sribasuki, Kecamatan Kotabumi Kota. Di sana tinggal sepasang lansia yang saling mendampingi di masa senja: Bapak Buang (79) dan Ibu Pariah (79). Usia yang seharusnya dihabiskan dengan istirahat, justru masih harus berjuang menafkahi diri dengan menjadi pemulung keliling. Senyum mereka merekah saat melihat kedatangan tim—bukan karena barang yang dibawa, melainkan karena merasa diperhatikan.
Tak jauh dari sana, di kampung yang sama, tinggal Ibu Lestari (56). Setiap hari ia berjalan menyisir jalan-jalan mencari barang bekas yang layak dijual. Penghasilannya tak menentu, namun semangatnya tak pernah surut. Kini, ada sedikit beban yang terangkat dari pundaknya.
Perjalanan berlanjut ke Desa Kalicinta, Kecamatan Kotabumi Utara. Di Alang-Alang Lebar, tinggal Siswoyo (40). Sejak terjatuh dari pohon kelapa, tubuhnya mengalami kelumpuhan menahun dan tak lagi bisa bekerja seperti dulu. Ia hanya bisa berbaring di rumah sederhana bersama orang tuanya yang sudah tua. Harapan tak pernah padam, dan hari ini, harapan itu datang mengetuk pintunya.
Tak jauh dari sana, di Dusun Sumber Mulya, ada Hanafi (45). Nasibnya serupa—terjatuh dari pohon membuatnya disabilitas dan kini menumpang tinggal di rumah kerabat bersama orang tuanya. Ruangan yang sederhana, namun hatinya meluap rasa syukur saat menerima uluran tangan dari kepolisian.
Kasi Humas Polres Lampung Utara, IPTU Herawati, menyampaikan pesan tulus dari pimpinan bahwa Program Jumat Berbagi ini dimotori langsung oleh Ibu Kapolres sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Infaq yang terkumpul murni dari keikhlasan personel yang menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu saudara kita yang membutuhkan.
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa nilai program ini bukan pada nominal bantuannya, melainkan pada ketulusan di baliknya.
"Jangan dilihat dari besar kecilnya bantuan, tapi dari ketulusan dan kepedulian untuk saling membantu. Kami ingin Polri selalu hadir—bukan hanya saat ada masalah atau gangguan keamanan, tetapi juga hadir di saat warga membutuhkan teman berbagi. Polri hadir untuk memberi manfaat, bukan sekadar memberi perintah," ujar Herawati
Program sederhana ini mengajarkan kita satu hal penting: kehadiran negara tidak selalu dalam bentuk pembangunan gedung besar atau kebijakan rumit. Kadang, kehadiran itu terwujud dalam sapaan hangat di sebuah rumah sederhana, dalam pertanyaan "bagaimana kabar Anda hari ini?", dan dalam sekantong sembako yang diserahkan dengan tulus.
Semangat berbagi yang ditanam Kapolres Lampung Utara dan seluruh personelnya bukan sekadar kegiatan satu hari. Ia adalah benih harapan yang ditanam di hati warga—bahwa tidak ada yang harus berjuang sendirian. Sebab sejatinya, sekecil apa pun kebaikan yang kita berikan, akan selalu terasa besar bagi mereka yang membutuhkan.
Polri hadir. Polri peduli. Dan Polri selalu ada untuk Anda.
RIKI PURNAMA











