Lampung Tawarkan 12 Proyek Investasi, Bidik Penguatan Hilirisasi Komoditas
Pemprov Lampung dan BI menyiapkan 12 proyek investasi unggulan untuk ditawarkan dalam Lampung Economic and Investment Forum 2026 pada 4 November.
BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung bersama Bank Indonesia (BI) menyiapkan 12 proyek investasi unggulan untuk ditawarkan kepada calon investor melalui Lampung Economic and Investment Forum 2026. Penawaran tersebut diarahkan untuk mendorong hilirisasi komoditas, meningkatkan nilai tambah ekonomi, dan memperluas lapangan kerja.
Persiapan forum dibahas dalam Rapat Pemantapan Lampung Economic and Investment Forum 2026 di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Pemerintah Provinsi Lampung.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen menyampaikan berbagai kemudahan investasi kepada calon investor, sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi daerah.
“Bagaimana kemudahan-kemudahan investasi ini yang akan kita sampaikan ke publik, yang tentunya kita harapkan dari sektor investasi ini bisa men-deliver terhadap pertumbuhan ekonomi Lampung yang lebih baik,” ujarnya.
Menurut Mulyadi, sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Lampung dengan kontribusi hampir 28 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Selain itu, sektor energi terbarukan juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan melalui investasi.
Ia menyebutkan, terdapat 12 proyek yang ditawarkan kepada investor dengan tahapan kesiapan berbeda, mulai dari proyek yang sedang berjalan, akan memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking), hingga proyek yang telah memiliki kesiapan lahan.
“Dari proyek investasi yang kita tawarkan ada 12 yang sedang berjalan, akan groundbreaking, dan sudah siap ketersediaan lahannya,” kata Mulyadi.
Pemprov Lampung berharap proyek-proyek tersebut dapat berkembang menjadi penggerak ekonomi baru di daerah. Pengembangannya juga diharapkan melibatkan pemanfaatan sumber daya lokal dan kolaborasi akademik dengan Institut Teknologi Sumatera (ITERA).
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menilai peningkatan investasi diperlukan untuk memperbesar nilai tambah komoditas unggulan daerah.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Lampung telah mencapai 5,9 persen. Namun, menurutnya, masih terdapat potensi ekonomi yang dapat dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan lebih tinggi, termasuk menuju angka 6 persen.
“Kekuatan ekonomi Lampung yang selama ini bertumpu pada komoditas perlu diolah lebih jauh untuk ditingkatkan nilai tambahnya melalui kegiatan investasi,” ujar Bimo.
Menurut Bimo, pengolahan komoditas menjadi produk turunan dapat memberikan dampak terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya beli masyarakat, dan penurunan tingkat kemiskinan.
BI juga optimistis realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dapat meningkat melalui penguatan sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.
Lampung Economic and Investment Forum 2026 dijadwalkan berlangsung pada 4 November 2026. Bimo menyebut jumlah peserta ditargetkan sekitar 200 orang, termasuk 50 hingga 60 investor dari dalam dan luar negeri.
Pendaftaran peserta, kata dia, masih dibuka hingga 3 November 2026.
“Total peserta ditargetkan sekitar 200 orang, dengan 50 sampai 60 investor dari domestik maupun luar negeri. Kami masih membuka pendaftaran hingga besok tanggal 3,” pungkasnya.
REDAKSI











