Tenun Inuh Lampung Tampil di Jakarta Fashion Week 2027
Tenun Inuh khas pesisir Lampung tampil di Jakarta Fashion Week 2027 melalui karya desainer Eridani. Program pendampingan perajin di Tanggamus diharapkan memperluas pasar wastra Lampung.
JAKARTA – Tenun Inuh, wastra khas pesisir Lampung, tampil dalam ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2026). Kehadiran kain tradisional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan wastra Lampung sekaligus memperluas peluang pengembangannya di industri fesyen nasional.
Dalam peragaan tersebut, Tenun Inuh ditampilkan melalui karya desainer Eridani yang memadukan karakter kain tradisional itu dengan wastra Tapis Lampung. Perpaduan keduanya menghadirkan desain kontemporer dengan tetap mempertahankan identitas budaya daerah.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, mengatakan keikutsertaan Tenun Inuh dalam Jakarta Fashion Week menjadi momentum untuk memperluas pengenalan wastra Lampung kepada masyarakat.
Ia berharap penampilan tersebut membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri fesyen sehingga Tenun Inuh semakin dikenal dan diminati, baik di pasar nasional maupun internasional.
"Wastra Nusantara bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga merupakan wujud kecintaan kita terhadap identitas daerah. Kita harus terus melestarikan dan dengan bangga memperkenalkannya kepada dunia yang lebih luas," ujarnya.
Menurut Wulan, keikutsertaan Tenun Inuh dalam ajang tersebut merupakan hasil pendampingan dan pengembangan kapasitas perajin selama sekitar satu tahun. Program ini dijalankan melalui kolaborasi Adinda Bakrie Foundation dan Cita Tenun Indonesia (CTI), dengan dukungan Dekranasda Provinsi Lampung.
Pendampingan tersebut dilaksanakan di Kabupaten Tanggamus dengan fokus pada peningkatan keterampilan perajin dan pengembangan kualitas produk. Programnya mencakup penataan ruang dan peralatan produksi, pelatihan melalui praktik langsung, serta pengenalan desain dan teknik pewarnaan alam.
Perwakilan Adinda Bakrie Foundation, Naura, mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dan Dekranasda dalam pelaksanaan program pengembangan Tenun Inuh di Tanggamus.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat berlanjut dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, terutama para perajin.
Tenun Inuh merupakan kain tradisional masyarakat pesisir Lampung yang berkembang melalui perpaduan teknik ikat pakan dan sulam. Adapun Tapis Inuh dikenal sebagai kain tradisional masyarakat adat Saibatin dengan ragam hias yang terinspirasi dari kehidupan pesisir, seperti gelombang, biota laut, dan sulur tumbuhan.
Pengembangan Tenun Inuh melalui program kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menjaga keberlangsungan warisan budaya Lampung, tetapi juga meningkatkan daya saing produk dan membuka peluang ekonomi bagi perajin di Kabupaten Tanggamus.
REDAKSI











