MTQ Lampung, Mirza Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membuka MTQ ke-53 di Lampung Selatan. Sebanyak 493 peserta dari 14 kabupaten/kota mengikuti perlombaan.

MTQ Lampung, Mirza Dorong Lahirnya Generasi Qurani
Foto: Istimewa

LAMPUNG SELATAN — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya pendidikan Al-Qur’an dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, cinta damai, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Mirza saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-53 Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026 di GOR Way Handak, Kalianda, Lampung Selatan, Minggu (25/10/2026).

Menurut Mirza, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan pertanian, teknologi, dan pendidikan. Penguatan nilai-nilai agama juga diperlukan untuk membentuk karakter masyarakat dan menyiapkan generasi penerus bangsa.

Ia mengatakan, kecintaan terhadap Al-Qur’an perlu ditanamkan sejak dini melalui pendidikan keluarga, taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ/TPA), lembaga pendidikan keagamaan, hingga pondok pesantren.

“Indonesia Emas hanya bisa dicapai kalau generasinya menjadi generasi emas. Generasi yang kita harapkan adalah generasi yang berakhlak baik, cinta damai, menyayangi sesama, mencintai negara, dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan tanggung jawabnya,” ujar Mirza.

Ia mencontohkan sejumlah tokoh peradaban Islam yang memberikan kontribusi besar bagi kemajuan dunia. Menurutnya, pendidikan yang menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan sejak dini berperan dalam membentuk karakter dan akhlak seseorang.

Mirza juga mengapresiasi banyaknya tokoh di Lampung, termasuk pejabat pemerintahan dan legislatif, yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren. Hal itu, menurutnya, menunjukkan bahwa pendidikan agama dapat berjalan beriringan dengan kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Jangan takut mengajarkan anak-anak kita Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh. Kemuliaan seorang pencinta Al-Qur’an tidak hanya terlihat dari bacaan dan hafalannya, tetapi juga dari akhlak serta amal perbuatannya,” katanya.

Beasiswa Tahfiz Sasar 2.500 Anak per Tahun

Sebagai bagian dari upaya membentuk generasi Qurani, Pemerintah Provinsi Lampung bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menjalankan program beasiswa pendidikan tahfiz Al-Qur’an bagi anak-anak dari desa.

Melalui program Satu Desa Satu Hafiz Al-Qur’an, pemerintah menargetkan 2.500 anak setiap tahun untuk mengikuti pendidikan di pondok pesantren dengan harapan dapat menghafal Al-Qur’an dalam kurun waktu tiga tahun.

Program tersebut diharapkan melahirkan para hafiz yang tidak hanya memiliki kemampuan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu menjadi teladan dan menghidupkan nilai-nilai keagamaan di lingkungan masing-masing.

Mirza berharap kecintaan terhadap Al-Qur’an semakin tumbuh di seluruh wilayah Lampung sehingga turut memperkuat kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berkemajuan.

MTQ Diikuti 493 Peserta dari 14 Daerah

Dalam kesempatan itu, Mirza mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang menjadi tuan rumah MTQ ke-53 Tingkat Provinsi Lampung. Ia berharap ajang tersebut tidak sekadar menjadi kompetisi, tetapi juga memperluas syiar Islam dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

Kepada para peserta, ia berpesan agar menampilkan kemampuan terbaik, menjunjung kejujuran dan sportivitas, serta menghormati dewan hakim. MTQ juga diharapkan menjadi kesempatan untuk terus belajar dan memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengatakan, penyelenggaraan MTQ menjadi momentum untuk memperkuat identitas Lampung Selatan dan Provinsi Lampung sebagai daerah yang maju secara ekonomi sekaligus menjunjung kehidupan religius dan akhlak mulia.

Ia berharap ajang tersebut melahirkan qari dan qariah, hafiz dan hafizah, serta generasi muda yang berprestasi dan mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Lampung Muhammad Firsada melaporkan, MTQ ke-53 mengusung tema “Dahsyatnya Al-Qur’an Menggali Serambi Indonesia Maju”.

MTQ tahun ini diikuti 493 peserta, terdiri atas 256 putra dan 237 putri yang mewakili 14 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Perlombaan berlangsung pada 25–30 Oktober 2026. Babak penyisihan dijadwalkan pada 26–28 Oktober, babak final pada 29 Oktober, sedangkan pengumuman juara dan penutupan dilaksanakan pada 30 Oktober.

Selain menjadi ajang kompetisi membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an, MTQ ke-53 juga menjadi bagian dari pembinaan peserta terbaik untuk mewakili Lampung pada MTQ Tingkat Nasional 2027.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung berharap syiar Al-Qur’an semakin luas, silaturahmi antardaerah semakin erat, dan lahir generasi Qurani yang berakhlak mulia serta berkontribusi bagi pembangunan Lampung menuju Indonesia Emas 2045.