TMT Latih 288 Mahasiswa UIN RIL, Mirza Tekankan Keterampilan dan Inovasi
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong peningkatan keterampilan generasi muda melalui program TMT yang diikuti 288 mahasiswa UIN Raden Intan Lampung.
BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong generasi muda meningkatkan keterampilan dan kompetensi agar siap memasuki dunia kerja sekaligus mampu menciptakan peluang usaha berbasis potensi ekonomi daerah.
Dorongan tersebut disampaikan saat membuka program Tailor Made Training (TMT) di Gedung Rektorat UIN Raden Intan Lampung, Senin (2/11/2026).
Program pelatihan vokasi yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang itu dirancang berdasarkan kebutuhan mitra. Materinya mencakup keterampilan praktis, budaya kerja, disiplin, produktivitas, hingga penguasaan teknologi.
Di UIN Raden Intan Lampung, TMT diikuti 288 mahasiswa dari delapan fakultas yang terbagi dalam 18 kelas. Pelatihan dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni 176 mahasiswa pada 19–23 Oktober 2026 dan 112 mahasiswa pada 2–6 November 2026.
Menurut Mirza, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci menghadapi tantangan ketenagakerjaan di Lampung. Besarnya jumlah penduduk usia produktif perlu diimbangi keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Ia menyebut sekitar 130.000 lulusan SMA dan SMK di Lampung menyelesaikan pendidikan setiap tahun. Tidak seluruh lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi sehingga diperlukan upaya penyiapan tenaga kerja agar mereka memiliki bekal memasuki dunia kerja maupun membangun usaha.
Mirza menilai pelatihan vokasi seperti TMT dapat membantu menjembatani kebutuhan tersebut karena materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kunci kemajuan Provinsi Lampung ke depan, kemakmuran itu adalah di anak-anak mudanya. Saya berharap adik-adik yang ada di sini harus punya kreativitas, inovasi, dan semangat. Setelah lulus harus bisa membuka lapangan pekerjaan,” ujar Mirza.
Selain mendorong kesiapan kerja, Mirza meminta generasi muda melihat peluang usaha dari potensi sumber daya alam Lampung. Sejumlah komoditas unggulan daerah, seperti kopi robusta, pisang, jagung, dan ubi kayu, dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui industri pengolahan.
Menurutnya, pengembangan produk olahan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus membuka kesempatan usaha dan lapangan kerja baru. Karena itu, generasi muda perlu memiliki keterampilan yang relevan, termasuk kemampuan memanfaatkan teknologi di sektor pertanian dan industri pengolahan.
Pemprov Lampung juga menyiapkan sejumlah program untuk memperluas kesempatan generasi muda mengembangkan potensi diri. Di antaranya program beasiswa Satu Desa Satu Sarjana serta rencana penyediaan fasilitas pinjaman modal usaha tanpa bunga bagi anak muda yang ingin berwirausaha.
Sementara itu, Rektor UIN Raden Intan Lampung Wan Jamaluddin mengatakan program TMT memberi kesempatan kepada mahasiswa memperoleh keterampilan praktis sebagai pelengkap pembelajaran akademik.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi kebutuhan dunia kerja sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha muda.
“Kami berharap program ini menjadi bagian dari gerakan bersama dalam menyiapkan generasi muda Lampung yang tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja atau job creator,” ujar Wan Jamaluddin.
Kolaborasi pemerintah, lembaga pelatihan vokasi, dan perguruan tinggi melalui program TMT diharapkan memperkuat keterhubungan antara pendidikan, pelatihan, dan kebutuhan dunia kerja. Dengan bekal keterampilan yang relevan, mahasiswa diharapkan dapat mengisi peluang kerja maupun mengembangkan usaha sesuai potensi ekonomi daerah.
REDAKSI











