10 SMP di Pesisir Barat Terima Bantuan Revitalisasi Sekolah 2026
Sebanyak 10 SMP di Pesisir Barat menerima bantuan revitalisasi tahun 2026. Bupati Dedi Irawan meminta perbaikan fasilitas diikuti peningkatan mutu pembelajaran.
PESISIR BARAT – Sebanyak 10 satuan pendidikan jenjang sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Pesisir Barat menerima bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026. Program tersebut mencakup rehabilitasi dan pembangunan fasilitas sekolah untuk meningkatkan kelayakan sarana belajar.
Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan mengatakan, pemerataan pembangunan pendidikan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah agar seluruh anak, termasuk yang tinggal di pekon jauh dari pusat pemerintahan, memperoleh kesempatan belajar dengan fasilitas yang layak.
Hal itu disampaikan Dedi saat meresmikan hasil Program Revitalisasi Jenjang SMP di SMPN 2 Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Rabu (4/11/2026).
Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan infrastruktur pendidikan melalui dukungan program daerah maupun pemerintah pusat.
"Tahun 2026, peningkatan infrastruktur pendidikan terus kita upayakan melalui program pemerintah daerah maupun dukungan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Dimana melalui program tersebut, sejumlah satuan pendidikan di Pesibar mendapatkan rehabilitasi dan pembangunan fasilitas pendidikan," kata Dedi.
Ia menegaskan, pembangunan fasilitas sekolah tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk mendukung proses belajar mengajar dan masa depan generasi muda.
"Perlu dipahami bahwa ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk mendukung proses belajar mengajar dan masa depan generasi muda Pesibar. Tentu Pemkab Pesibar sangat mengapresiasi program ini," ujarnya.
Dedi juga mengingatkan agar peningkatan sarana dan prasarana diikuti dengan perbaikan mutu pembelajaran. Ia meminta kepala sekolah dan guru menjaga serta memanfaatkan fasilitas yang tersedia secara optimal.
Selain itu, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait diminta melakukan pemantauan dan evaluasi. Para pelaksana pembangunan juga harus memastikan pekerjaan memenuhi ketentuan kualitas yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Barat Marnentinus menjelaskan, bantuan revitalisasi tahun 2026 diberikan kepada 10 satuan pendidikan jenjang SMP, terdiri atas sembilan sekolah negeri dan satu sekolah swasta.
Menurut Marnentinus, pembangunan fasilitas dilakukan melalui mekanisme swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Fasilitas yang dibangun diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan peserta didik dan tenaga pendidik serta menunjang kegiatan belajar mengajar.
Peresmian tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Pesisir Barat M. Emir Lil Ardi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP-PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan, serta sejumlah kepala OPD.
NOVAN ERSON











