2.664 Atlet Ramaikan Kejuaraan Renang Wali Kota Bandar Lampung Cup
Sebanyak 2.664 atlet mengikuti Kejuaraan Renang Nasional Wali Kota Bandar Lampung Cup 2026 di Kolam Renang Pahoman pada 23–25 Oktober. Ajang ini diikuti perenang dari Sumatera dan Jawa dalam kategori Championship dan fun swimming.
BANDAR LAMPUNG — Sebanyak 2.664 atlet renang dari berbagai daerah di Sumatera dan Jawa mengikuti Kejuaraan Renang Nasional Wali Kota Bandar Lampung Cup 2026 di Kolam Renang Pahoman, Bandar Lampung, pada 23–25 Oktober 2026.
Jumlah peserta tersebut melampaui target panitia. Kejuaraan yang digagas Lampung Fast Swim bersama Pengurus Kota Akuatik Bandar Lampung ini menjadi salah satu ajang renang dengan partisipasi terbesar yang pernah digelar di Lampung, menurut panitia.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan berskala nasional tersebut. Ia berharap ajang ini dapat memperkuat pembinaan atlet sekaligus mendorong perkembangan olahraga akuatik di daerah.
“Melalui penyelenggaraan kejuaraan ini, Bandar Lampung dapat semakin berperan dalam pengembangan olahraga renang sekaligus mendukung peningkatan prestasi akuatik Indonesia,” ujar Eva, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Eva, penyelenggaraan kompetisi olahraga berskala nasional di daerah juga memberikan kesempatan bagi atlet lokal untuk mengukur kemampuan dengan perenang dari berbagai wilayah. Kegiatan tersebut diharapkan turut menggerakkan ekonomi dan pariwisata olahraga di Bandar Lampung.
Diikuti 2.664 Atlet dalam Dua Kategori
Ketua Pelaksana Wali Kota Bandar Lampung Cup 2026, Yudha Al Hadjid, mengatakan peserta terbagi dalam dua kategori. Sebanyak 555 atlet mengikuti kategori Championship yang berorientasi pada prestasi, sedangkan 2.109 peserta lainnya berlaga di kategori fun swimming yang didominasi perenang usia dini dan pemula.
Peserta berasal dari sejumlah provinsi, antara lain Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Sejumlah klub renang dari Lampung juga turut ambil bagian, di antaranya Lumba-Lumba, Spectrum, dan Garuda.
Menurut Yudha, kejuaraan ini juga menerapkan sistem penyelenggaraan yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas kompetisi. Panitia menghadirkan empat wasit nasional dari Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB Akuatik Indonesia).
Selain itu, pencatatan waktu menggunakan sistem otomatis Spectra yang disebut terintegrasi dengan basis data nasional PB Akuatik Indonesia.
“Penggunaan sistem ini menjadi nilai tambah bagi atlet karena catatan waktu yang mereka raih dapat terdokumentasi dalam sistem nasional,” ujar Yudha.
Penerapan sistem tersebut diharapkan membantu pendokumentasian hasil pertandingan dan pencatatan waktu atlet secara lebih terukur. Namun, pengakuan resmi atas rekor nasional maupun rekor kelompok umur tetap mengikuti ketentuan dan prosedur verifikasi yang berlaku.
Ajang Pembinaan Atlet Lampung
Selain menjadi arena kompetisi bagi perenang dari berbagai daerah, Wali Kota Bandar Lampung Cup 2026 juga dimanfaatkan sebagai ajang mengukur kemampuan atlet lokal menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung mendatang.
Kejuaraan ini diharapkan memperluas pengalaman bertanding atlet, terutama perenang usia dini dan pemula, sekaligus mendorong klub-klub renang di Lampung meningkatkan kualitas pembinaan.
Dengan keterlibatan ribuan peserta dari berbagai daerah, ajang tersebut menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem olahraga renang di Lampung dan membuka peluang bagi atlet daerah untuk bersaing di tingkat nasional.











