Antrean Haji 26 Tahun, BSI Dorong Warga Menabung
Daftar tunggu haji di Indonesia tembus 5,4 juta orang dengan masa antrean hingga 26 tahun. Program “Lampung Berhaji” mendorong masyarakat mulai menabung sejak dini.
BANDAR LAMPUNG — Antrean panjang keberangkatan haji di Indonesia yang kini mencapai rata-rata 26 tahun mendorong pemerintah daerah dan perbankan syariah mengajak masyarakat menyiapkan biaya ibadah haji sejak dini.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Lampung Berhaji yang digelar Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama Pemerintah Provinsi Lampung di Masjid Al-Bakrie, Bandar Lampung, Rabu (11/3/2026).
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela yang membuka kegiatan tersebut mengatakan tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji harus diimbangi dengan perencanaan keuangan yang matang.
“Perjalanan menuju Baitullah dimulai dari niat, diperkuat dengan ikhtiar, dan diwujudkan melalui perencanaan yang baik,” kata Jihan.
Menurutnya, kehadiran program tabungan haji yang disediakan BSI dapat membantu masyarakat mempersiapkan biaya perjalanan ibadah secara bertahap sekaligus meningkatkan literasi keuangan syariah.
Ia juga mengapresiasi peran BSI yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperluas akses layanan keuangan berbasis syariah di Provinsi Lampung, termasuk pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sementara itu, Regional CEO BSI Region 3 Palembang Ari Yusnairi Muslim mengungkapkan bahwa secara nasional jumlah calon jemaah haji yang masuk daftar tunggu telah mencapai sekitar 5,4 juta orang.
Dengan tingginya jumlah pendaftar tersebut, waktu tunggu keberangkatan haji di sejumlah daerah kini mencapai rata-rata 26 tahun.
“Karena itu masyarakat perlu merencanakan ibadah haji sejak dini, salah satunya melalui tabungan haji yang kami sediakan,” ujar Ari.
Ia menambahkan, BSI ingin hadir bukan hanya sebagai mitra finansial, tetapi juga sebagai “sahabat spiritual” bagi masyarakat dalam merencanakan berbagai kebutuhan ibadah, termasuk haji dan umrah.
Dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis BSI Hasanah Card kepada Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.
Kegiatan yang dihadiri ratusan peserta itu turut diisi dengan tausiyah oleh Ustaz Dery Sulaiman serta dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan sejumlah pimpinan perguruan tinggi.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan syariah, program seperti Lampung Berhaji diharapkan dapat memperluas literasi keuangan syariah sekaligus membantu masyarakat merencanakan keberangkatan haji secara lebih terstruktur.
REDAKSI










