1.886 Pemudik Berangkat Gratis dari Lampung, Bus Ditambah karena Membludak

Program mudik gratis Pemerintah Provinsi Lampung tahun 2026 memberangkatkan 1.886 pemudik dari Stasiun Tanjung Karang. Tingginya antusiasme masyarakat membuat panitia menambah armada bus untuk menjangkau daerah yang tidak dilalui kereta api.

1.886 Pemudik Berangkat Gratis dari Lampung, Bus Ditambah karena Membludak
Foto: Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Antusiasme masyarakat mengikuti program mudik gratis yang digelar Pemerintah Provinsi Lampung tahun 2026 melonjak tajam. Sebanyak 1.886 pemudik resmi diberangkatkan dari Stasiun Kereta Api Tanjung Karang, Bandar Lampung, Senin (16/3/2026).

Keberangkatan para pemudik dilepas langsung oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, yang menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membantu masyarakat pulang kampung dengan aman dan nyaman saat momentum Idulfitri.

Menariknya, program mudik gratis tahun ini mengalami perluasan layanan transportasi. Jika sebelumnya hanya menggunakan moda kereta api, kini Pemprov Lampung juga menyediakan armada bus untuk menjangkau daerah yang tidak dilalui jalur rel.

“Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya menggunakan kereta api, tahun ini kami menambah moda transportasi bus agar jangkauan pelayanan kepada masyarakat semakin luas,” kata Jihan saat melepas para pemudik.

Menurutnya, program mudik gratis tidak hanya sekadar fasilitas transportasi, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial pemerintah terhadap masyarakat yang ingin merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.

Ia berharap seluruh peserta mudik dapat menjalani perjalanan dengan lancar dan tiba di tujuan dalam kondisi sehat.

“Semoga seluruh pemudik dapat melaksanakan perjalanan dengan baik dan dapat berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat,” ujarnya.

Lonjakan Peserta, Armada Bus Ditambah

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, menjelaskan tingginya minat masyarakat terhadap program ini membuat panitia harus melakukan penyesuaian armada.

Dari rencana awal delapan bus, panitia akhirnya menambah satu unit bus lagi sehingga total menjadi sembilan bus yang diberangkatkan.

“Program ini kami hadirkan untuk membantu masyarakat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalan,” jelas Bambang.

Selain membantu masyarakat, program ini juga diharapkan mampu menekan potensi kecelakaan lalu lintas yang kerap meningkat selama periode arus mudik Lebaran.

Para peserta mudik gratis tahun ini berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, mahasiswa, hingga berbagai unsur komunitas masyarakat.

Rute Kereta Api dan Bus

Dalam program mudik gratis 2026, Pemprov Lampung mengombinasikan dua moda transportasi, yaitu kereta api dan bus.

Moda Kereta Api

KA Rajabasa menuju Kertapati, Palembang melayani 848 penumpang dengan jadwal keberangkatan pukul 08.30 WIB.

KA Setabas 1 dan 2 melayani 768 penumpang dengan tujuan Baturaja dan Martapura dalam dua jadwal keberangkatan.

Moda Bus

Sementara itu, sembilan bus disiapkan untuk menjangkau sejumlah wilayah di Lampung yang tidak terhubung jalur kereta api, yakni:

Pesisir Barat (Krui) – 3 bus (90 orang)

Lampung Barat (Liwa) – 3 bus (90 orang)

Way Kanan (Blambangan Umpu) – 2 bus (60 orang)

Mesuji – 1 bus (30 orang)

Dengan kombinasi moda transportasi ini, pemerintah berharap masyarakat yang tinggal di daerah terpencil tetap dapat menikmati fasilitas mudik gratis.

Tanpa Dana APBD

Hal menarik dari program ini adalah tidak menggunakan dana APBD. Seluruh kegiatan mudik gratis diselenggarakan melalui kolaborasi dengan berbagai perusahaan BUMN, BUMD, dan pihak swasta.

Beberapa pihak yang terlibat dalam program ini antara lain PT Bukit Asam, PT Bank Lampung, PT Sungai Budi, PT Jasa Raharja, PT BGR Logistik Indonesia, PT Bank BRI Wilayah Bandar Lampung, PT Inti Cakrawala Citra (Indogrosir), dan PT Bank BNI Cabang Tanjung Karang.

Bambang menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak tersebut yang dinilai menjadi bukti kuatnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari BUMN, BUMD, dan pihak swasta yang telah bersinergi untuk melayani masyarakat Lampung,” katanya.

Stasiun Dipadati Pemudik

Sejak pagi hari, suasana di Stasiun Tanjung Karang sudah dipadati para peserta mudik gratis. Mereka datang dengan membawa berbagai barang bawaan dan terlihat antusias mengikuti program tersebut.

Petugas dari Dinas Perhubungan, aparat keamanan, serta pihak stasiun turut melakukan pengawasan untuk memastikan proses keberangkatan berjalan tertib dan aman.

Dengan program ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan lebih nyaman serta dapat merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.