Tiga Ruang SDN 14 Tirta Makmur Ludes Terbakar

Kebakaran melanda SD Negeri 14 Tirta Makmur, Tulangbawang Barat, Lampung. Ruang kepala sekolah dan dua ruang kelas hangus terbakar bersama berbagai aset pendidikan. Dugaan sementara, api dipicu korsleting listrik.

Tiga Ruang SDN 14 Tirta Makmur Ludes Terbakar
Foto: Rosid/monologis.id

TULANGBAWANG BARAT – Kebakaran hebat melanda SD Negeri 14 Tirta Makmur, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat, Lampung, Kamis (11/6/2026).

Peristiwa tersebut menghanguskan ruang kepala sekolah dan dua ruang kelas. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik yang terjadi di ruang kepala sekolah sebelum api merambat ke bangunan lainnya.

Asap pertama kali terlihat keluar dari bagian atas ruang kepala sekolah. Dalam waktu singkat, api membesar dan melalap sejumlah ruangan beserta berbagai aset sekolah yang berada di dalamnya.

Penjaga sekolah, Yeni Astuti (40), mengatakan dirinya telah membersihkan ruangan seperti biasa sejak pukul 06.00 WIB. Saat kejadian, ia sedang pulang untuk makan siang sebelum mendapat kabar bahwa sekolah terbakar.

"Saya sudah menyapu ruangan sejak pukul 06.00 WIB. Setiap pulang juga selalu mengecek kondisi ruangan dan memastikan semuanya aman. Saat kejadian saya sedang pulang untuk makan siang, lalu mendapat kabar dari guru bahwa bangunan sekolah terbakar," ujarnya.

Menurut Yeni, ruang kepala sekolah dalam keadaan kosong saat kebakaran terjadi. Sementara kepala sekolah diketahui tidak masuk kerja karena masih menjalani pemulihan pascaoperasi mata.

Sejumlah aset yang berada di dalam ruang kepala sekolah tidak sempat diselamatkan. Di antaranya perangkat administrasi sekolah, lemari arsip, buku-buku baru, seragam drumband, piala, perlengkapan kesenian tari, hingga berbagai perabot ruangan.

Beberapa saksi yang berada di laboratorium sekolah mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah melihat kepulan asap tebal dari arah ruang kepala sekolah. Dalam hitungan menit, api membesar dan menjalar ke bagian bangunan lainnya.

Akibat kebakaran itu, ruang kepala sekolah dan dua ruang kelas mengalami kerusakan parah. Seluruh barang yang berada di dalam ruangan turut hangus terbakar.

Bangunan sekolah yang menggunakan atap berbahan onduline tersebut diketahui dibangun pada 2008 dan belum pernah menjalani rehabilitasi besar hingga saat ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulangbawang Barat, Chery Sofyan, yang turun langsung ke lokasi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meski sebagian ruang sekolah mengalami kerusakan.

"Fokus utama saat ini memastikan tidak ada korban jiwa. Dinas Pendidikan akan menyiapkan berbagai opsi, termasuk penyediaan kelas darurat sehingga kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan," kata Chery.

Pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendata seluruh aset sekolah yang terdampak kebakaran.

Selain itu, Dinas Pendidikan telah melaporkan kejadian tersebut kepada Kementerian Pendidikan. Pemerintah pusat disebut memberikan respons positif dan berpeluang membantu proses pemulihan melalui program revitalisasi.

"Kami berharap pemerintah pusat dapat membantu perbaikan atau pembangunan gedung baru melalui dana revitalisasi. Kemungkinan dalam waktu dekat tim survei akan turun untuk mengecek langsung lokasi SDN 14 Tirta Makmur," ujarnya.

Terkait penyebab kebakaran dan besaran kerugian, Chery meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, aparat masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta menghitung total kerugian yang ditimbulkan. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah mengingat banyaknya aset sekolah yang hangus terbakar.