SigerFest Catat Transaksi Rp500 Juta, Ekspor UMKM Rp1,92 Miliar
Lampung Begawi x SigerFest 2026 mencatat sekitar 28 ribu pengunjung dan transaksi lebih dari Rp500 juta. BI Lampung juga mencatat pembiayaan UMKM Rp10 miliar dan ekspor produk UMKM Rp1,92 miliar sejak awal 2026.
BANDAR LAMPUNG – Lampung Begawi x SigerFest 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk dan budaya Lampung. Selama tiga hari pelaksanaan, festival yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Lampung itu mencatat sekitar 28.000 pengunjung, transaksi makanan, minuman dan wastra lebih dari Rp500 juta, serta perkembangan ekspor produk UMKM Lampung mencapai Rp1,92 miliar sejak awal 2026.
Rangkaian Lampung Begawi x SigerFest 2026 resmi ditutup Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan yang mewakili Gubernur Lampung di Lampung City Mall, Minggu (20/9/2026) malam.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem UMKM, hilirisasi, dan digitalisasi di Lampung.
“Lampung Begawi x SigerFest 2026 dirancang bukan sekadar sebagai sebuah festival atau pameran produk, khususnya UMKM, tetapi merupakan sebuah ruang kolaborasi yang mempertemukan UMKM, dunia usaha, perbankan, pemerintah, komunitas dan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling mendukung untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Lampung,” kata Bimo.
Selain transaksi selama festival, Bank Indonesia mencatat pembiayaan UMKM sejak awal 2026 telah mencapai sekitar Rp10 miliar melalui kolaborasi dengan mitra strategis, termasuk Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Lampung dan lembaga keuangan.
Dari sisi ekspor, nilai produk UMKM Lampung yang menembus pasar luar negeri sejak awal tahun tercatat sekitar Rp1,92 miliar.
Komoditas kopi Lampung telah dipasarkan ke Amerika Serikat, Kanada, Korea Selatan, dan Taiwan. Sementara produk olahan makanan dan minuman Lampung telah menjangkau Taiwan, Malaysia, Mesir, Turki, dan Kanada.
Bimo mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa produk lokal Lampung memiliki peluang untuk masuk pasar yang lebih luas apabila didukung peningkatan kapasitas usaha, hilirisasi, pembiayaan, dan akses pasar.
Sementara itu, Gubernur Lampung melalui sambutan tertulis yang disampaikan Sekdaprov Marindo Kurniawan menegaskan tantangan Lampung bukan pada keterbatasan komoditas, melainkan bagaimana menghasilkan nilai tambah yang lebih besar di daerah.
“Tiga hari Lampung Begawi x SigerFest 2026 memberikan satu pesan yang sangat jelas kepada kita. Lampung tidak kekurangan potensi. Tantangan kita adalah bagaimana semakin banyak nilai dari potensi itu tinggal di Lampung dan dinikmati oleh masyarakat Lampung,” ujar Marindo membacakan sambutan Gubernur.
Gubernur mencontohkan komoditas kopi dan hasil pertanian yang selama ini banyak dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. Menurutnya, komoditas unggulan harus dikembangkan melalui pengolahan, penguatan merek, hingga perluasan akses pasar.
“Lampung tidak boleh berhenti sebagai daerah penghasil. Lampung harus menjadi daerah pencipta nilai tambah. Kopi Lampung jangan berhenti sebagai biji kopi. Hasil pertanian kita jangan berhenti sebagai bahan mentah. Produk UMKM jangan berhenti pada produksi skala kecil,” tegasnya.
Penguatan ekonomi daerah juga didorong melalui digitalisasi. Pemerintah Provinsi Lampung menilai penggunaan pembayaran digital, termasuk QRIS, dapat meningkatkan efisiensi sekaligus membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi pelaku usaha.
“Di tengah perubahan dunia yang begitu cepat, digitalisasi bukan lagi pilihan. Digitalisasi adalah sebuah keniscayaan dan kebutuhan,” katanya.
Dalam festival tersebut, Bank Indonesia juga menghadirkan sejumlah agenda untuk memperkuat ekosistem komoditas unggulan Lampung. Di sektor kopi, kegiatan mempertemukan petani, pelaku usaha, barista, komunitas hingga calon investor.
Sementara Lamban Wastra menjadi ruang promosi produk budaya dan ekonomi kreatif Lampung melalui workshop, talkshow, pameran, dan fashion show.
Selain transaksi komersial, kegiatan wakaf di Lamban Kupi tercatat mencapai 1.248 transaksi.
Bimo menegaskan penutupan festival tidak berarti berakhirnya kolaborasi yang telah dibangun.
“Yang berakhir hari ini adalah rangkaian acaranya, bukan semangat kolaborasinya,” ujarnya.
Menurutnya, keberlanjutan kolaborasi diperlukan agar hilirisasi dan digitalisasi tidak berhenti sebagai tema festival, tetapi berlanjut menjadi penguatan kapasitas usaha, perluasan pasar, dan peningkatan nilai tambah produk Lampung.
Penutupan Lampung Begawi x SigerFest 2026 turut dimeriahkan penampilan penyanyi Yura Yunita.
REDAKSI











