Rupiah Melemah, DPD ARUN Lampung: Ekonomi Indonesia Masih Kuat Ditopang UMKM dan Pasar Domestik

Rupiah Melemah, DPD ARUN Lampung: Ekonomi Indonesia Masih Kuat Ditopang UMKM dan Pasar Domestik
Foto (Istimewa)

Bandar Lampung — Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa pekan terakhir dinilai belum berada pada level yang mengkhawatirkan. DPD ARUN Lampung menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat menghadapi tekanan ekonomi global yang dipicu ketidakpastian geopolitik internasional.

Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPD ARUN Lampung, Ardho Adam Saputra SE, mengatakan fluktuasi nilai tukar saat ini merupakan dampak dari kondisi ekonomi global yang turut dirasakan negara-negara di kawasan Asia.

“Tak perlu khawatir berlebihan terhadap pelemahan rupiah. Kondisi ini masih normal dalam menghadapi guncangan ekonomi dunia. Bahkan hampir seluruh negara Asia juga terkena imbasnya, dan ada yang dampaknya lebih besar dibanding Indonesia,” ujar Ardho dalam keterangannya secara tertulis pada Minggu (17/5/2026).

Menurutnya, optimisme pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional cukup beralasan. Ia mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 mencapai 5,61 persen.

Ardho menilai capaian tersebut menunjukkan program ekonomi kerakyatan yang dijalankan pemerintah mulai memberikan dampak terhadap ketahanan ekonomi nasional.

“Presiden Prabowo sangat yakin dengan pertumbuhan ekonomi 5,61 persen di kuartal pertama. Ini menunjukkan program pemerintah yang menyentuh langsung masyarakat berjalan baik. Sistem ekonomi kita kuat karena berbasis pasar domestik, penggunaan bahan baku lokal, serta ditopang UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional,” katanya.

Ia menjelaskan, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran besar dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus menjaga perputaran ekonomi masyarakat.

Program pemerintah seperti Koperasi Merah Putih dan makan bergizi gratis (MBG), kata dia, diyakini mampu menciptakan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi hingga ke tingkat desa.

“Pertumbuhan ekonomi 5,6 persen itu menunjukkan daya beli masyarakat masih kuat. Perputaran uang di desa saat ini juga cukup tinggi,” lanjut Ardho.

Selain itu, Ardho juga menyoroti capaian surplus neraca perdagangan Indonesia pada kuartal pertama 2026 yang tercatat sebesar 5,55 miliar dolar AS. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator ketahanan ekonomi nasional di tengah situasi global yang belum stabil.

Di sisi lain, ia menilai langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah masih berada pada jalur yang tepat melalui berbagai instrumen kebijakan moneter.

“Bank Indonesia memiliki instrumen yang cukup untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Kebijakan moneter yang dilakukan saat ini masih sesuai kewenangannya dalam menjaga keseimbangan ekonomi nasional,” jelasnya.

Ardho mengakui kenaikan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah, menjadi salah satu faktor yang memberi tekanan terhadap neraca perdagangan Indonesia.

Meski demikian, ia menilai pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi, mulai dari program BBM B50, hilirisasi energi, hingga pengembangan energi terbarukan.

“Pemerintah sudah membangun proteksi melalui program BBM B50, hilirisasi energi, hingga pengembangan energi terbarukan. Langkah ini penting untuk menekan ketergantungan terhadap impor energi,” ujarnya.

Di akhir keterangannya, Ardho mengajak masyarakat agar tidak terpancing kepanikan akibat fluktuasi ekonomi global. Ia optimistis arah kebijakan ekonomi kerakyatan yang dijalankan pemerintah akan memperkuat posisi Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

“Berdasarkan kalkulasi pribadi saya, kondisi ekonomi Indonesia masih sangat kuat. Masyarakat tidak perlu panik berlebihan karena justru dapat memicu kepanikan publik. Saya yakin jika program ekonomi kerakyatan terus berjalan sampai 2030, Indonesia akan menjadi negara yang semakin kuat,” tegasnya.