Puluhan Ribu Warga Padati Ngaben Massal Balinuraga, Wisatawan Italia Kagum dengan Tradisi Budaya Lampung Selatan
Puluhan ribu warga memadati Ngaben Massal 2026 di Desa Balinuraga, Lampung Selatan. Tradisi sakral umat Hindu ini juga menarik perhatian wisatawan asal Italia yang mengaku kagum dengan budaya Indonesia.
LAMPUNG SELATAN – Puluhan ribu masyarakat memadati Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (7/8/2026), untuk menyaksikan puncak prosesi Ngaben Massal 2026 yang dikenal sebagai salah satu tradisi Ngaben terbesar di Indonesia.
Ribuan pengunjung datang dari berbagai daerah di Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, DKI Jakarta, hingga Bali. Prosesi tersebut juga menarik perhatian wisatawan mancanegara, salah satunya Mirco, turis asal Italia yang sengaja datang untuk menyaksikan langsung tradisi sakral umat Hindu tersebut.
Mirco mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat serta kekayaan budaya Indonesia yang menurutnya tidak ditemui di negaranya.
"Saya senang berada di sini. Orang-orangnya ramah dan selalu tersenyum. Di Italia tidak ada tradisi seperti ini. Saya sangat mencintai budaya Indonesia," ujarnya.
Ia mengatakan sebelumnya pernah menyaksikan perayaan Ogoh-ogoh di Balinuraga, namun baru tahun ini berkesempatan melihat langsung prosesi Ngaben Massal.
Menurut Mirco, tradisi tersebut bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dan pelestarian budaya yang tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
Antusiasme serupa disampaikan Dewi, pengunjung asal Jakarta. Ia mengaku baru mengetahui bahwa tradisi Ngaben Massal juga digelar di Lampung Selatan.
"Awalnya saya pikir prosesi seperti ini hanya ada di Bali. Ternyata di Lampung Selatan juga ada dan menurut saya luar biasa. Budaya seperti ini menunjukkan kebersamaan tanpa memandang perbedaan," katanya.
Sementara itu, Artini, warga Nusa Penida, Bali, datang khusus ke Balinuraga untuk mengikuti prosesi Ngaben Massal sekaligus mendoakan anggota keluarganya yang dimakamkan di wilayah tersebut.
Pelaksanaan Ngaben Massal juga dinilai memberikan kemudahan bagi umat Hindu. Wayan Sudarto, peserta asal Kabupaten Mesuji, mengatakan prosesi yang dilaksanakan secara kolektif membuat biaya pelaksanaan lebih ringan karena seluruh rangkaian kegiatan dikelola oleh desa adat.
"Di sini masyarakatnya kompak. Prosesi Ngaben Massal sudah ditangani oleh desa adat sehingga kami merasa lebih mudah. Karena dilaksanakan secara massal, biayanya juga lebih ringan," ujarnya.
Berbagai testimoni dari peserta dan pengunjung menunjukkan bahwa Ngaben Massal Balinuraga tidak hanya menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata budaya yang menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah hingga wisatawan mancanegara.
Tradisi yang sarat nilai spiritual, gotong royong, dan persaudaraan tersebut dinilai turut memperkuat posisi Balinuraga sebagai salah satu ikon wisata budaya di Lampung Selatan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.











