Lampung Selatan Tembus 12 Besar Nasional SDGs 2025

Kabupaten Lampung Selatan menembus 12 besar nasional SDGs 2025 dan meraih penghargaan I-SIM dengan predikat “The Exciter” berkat kinerja pembangunan berkelanjutan.

Lampung Selatan Tembus 12 Besar Nasional SDGs 2025
Foto: Istimewa

LAMPUNG SELATAN-Kabupaten Lampung Selatan kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan menembus peringkat 12 besar nasional dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 2025 serta meraih penghargaan Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) 2025.

Dalam ajang tersebut, Kabupaten Lampung Selatan memperoleh skor 41,80 dan masuk kategori “The Exciter”, predikat bagi daerah yang dinilai progresif dan akseleratif dalam pencapaian indikator SDGs di tingkat kabupaten se-Indonesia.

Program I-SIM 2025 diikuti oleh 105 kabupaten dari total 415 kabupaten di Indonesia. Lampung Selatan tercatat mencapai 100 persen pengisian data indikator SDGs, dengan mengusung program unggulan bertajuk “Tangguh Bersama Menuju Sejahtera” sebagai model pembangunan berkelanjutan daerah.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas selaku koordinator pelaksana SDGs Indonesia, bekerja sama dengan PT Surveyor Indonesia melalui program I-SIM for Cities, dengan tema Inovasi Pangan dan Gizi: Peningkatan Kualitas SDM, Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, dan Penurunan Kemiskinan.

Capaian tersebut dinilai signifikan mengingat Kabupaten Lampung Selatan baru pertama kali berpartisipasi dalam ajang SDGs Action Awards, namun mampu langsung menembus jajaran atas nasional dan meraih kategori “The Exciter”.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh perangkat daerah.

“Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Kami terus mendorong seluruh perangkat daerah untuk memperkuat komitmen dalam mendukung pencapaian SDGs secara menyeluruh dengan prinsip no one left behind,” ujar Egi, Minggu (25/1/2026).

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan berkelanjutan tidak semata diukur dari peringkat dan angka statistik, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

“SDGs harus hadir melalui kebijakan dan program konkret yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Penghargaan I-SIM 2025 ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi lintas sektor di Kabupaten Lampung Selatan dalam mempercepat pembangunan daerah yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.