BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat penguatan sumber daya manusia (SDM) dan ketahanan keluarga sebagai strategi utama menghadapi puncak bonus demografi yang diproyeksikan terjadi pada 2035.
Komitmen ini ditegaskan Sekretaris Daerah Lampung, Marindo Kurniawan, dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana 2026 di Bandarlampung, Selasa (28/4/2026).
Menurut Marindo, momentum bonus demografi dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi jika diiringi peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan keterampilan masyarakat.
“Tanpa peningkatan kualitas, bonus demografi justru berpotensi menjadi beban pembangunan,” ujarnya.
Ia menekankan, pembangunan manusia menjadi prioritas sejalan dengan kebijakan nasional dalam RPJPN 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029.
Pemprov Lampung mencatat sejumlah capaian, di antaranya penurunan angka kemiskinan menjadi 9,66 persen pada September 2025, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 73,98.
Namun demikian, tantangan masih tersisa, terutama pada indikator kependudukan seperti angka kelahiran total (TFR), kelahiran remaja, dan usia kawin pertama yang belum sesuai target.
Marindo menegaskan, keluarga menjadi fondasi utama dalam pembangunan SDM. Karena itu, pemerintah mendorong integrasi program keluarga dalam perencanaan daerah, penguatan sinergi lintas sektor hingga tingkat desa, serta pemanfaatan data keluarga yang akurat.
“Dengan sekitar 2,7 juta keluarga, data yang presisi menjadi kunci agar program tepat sasaran,” katanya.
Sementara itu, Plt Deputi Kemendukbangga/BKKBN, Wahyuniati, menyebut Indonesia saat ini berada dalam momentum penting bonus demografi yang harus dimanfaatkan secara optimal.
Ia menjelaskan, pendekatan pembangunan berbasis keluarga difokuskan pada kelompok prioritas seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan.
Rakorda ini juga menyoroti percepatan penurunan stunting berbasis keluarga serta penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Sebagai bagian dari evaluasi, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan telah melampaui target, meski sejumlah indikator kependudukan masih perlu perhatian serius.
Rakorda yang diikuti sekitar 120 peserta ini diharapkan menjadi titik konsolidasi kebijakan untuk memastikan pembangunan keluarga berjalan efektif dan berdampak langsung pada kualitas generasi mendatang.
Pemprov Lampung juga menerima apresiasi dari pemerintah pusat atas penyusunan peta jalan pembangunan kependudukan, serta penghargaan untuk program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dalam memperkuat peran ayah di keluarga.