Laba Bank Lampung Melesat 37 Persen
Bank Lampung mencatat pertumbuhan laba bersih 37,35 persen pada kuartal I 2026. Kinerja positif ini ditopang peningkatan pendapatan bunga bersih, pertumbuhan kredit, dana pihak ketiga, serta membaiknya kualitas aset dan efisiensi operasional.
BANDAR LAMPUNG – PT Bank Lampung mengawali tahun 2026 dengan kinerja impresif. Bank pembangunan daerah milik masyarakat Lampung itu berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp70,8 miliar pada kuartal I 2026 atau tumbuh 37,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp51,55 miliar.
Peningkatan laba tersebut mencerminkan semakin kuatnya fundamental bisnis Bank Lampung di tengah dinamika industri perbankan nasional. Pertumbuhan laba didorong oleh meningkatnya pendapatan bunga, membaiknya efisiensi operasional, serta pertumbuhan bisnis yang tetap terjaga.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, pendapatan bunga Bank Lampung meningkat 5,08 persen secara tahunan menjadi Rp257,46 miliar hingga akhir Maret 2026. Di saat yang sama, perseroan berhasil menekan beban bunga hingga 20,44 persen menjadi Rp75,16 miliar.
Kondisi tersebut membuat pendapatan bunga bersih (net interest income) Bank Lampung melonjak 21,09 persen menjadi Rp182,30 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp150,55 miliar.
Selain itu, sumber pendapatan berbasis komisi juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pendapatan komisi meningkat 78,81 persen menjadi Rp46,77 miliar dari sebelumnya Rp26,16 miliar.
Meski beban operasional selain bunga meningkat menjadi Rp90,70 miliar, Bank Lampung tetap mampu menjaga profitabilitas. Laba operasional tercatat naik 34,61 persen menjadi Rp91,59 miliar dibandingkan kuartal I 2025 yang sebesar Rp68,04 miliar.
Dari sisi intermediasi, Bank Lampung terus memperkuat perannya dalam mendukung perekonomian daerah melalui penyaluran kredit. Hingga akhir Maret 2026, total kredit yang disalurkan mencapai Rp7,62 triliun atau tumbuh 5,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan bisnis tersebut juga tercermin dari meningkatnya total aset yang mencapai Rp11,26 triliun atau tumbuh 8,05 persen secara tahunan.
Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 9,63 persen menjadi Rp8,80 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan simpanan giro yang naik 15,89 persen menjadi Rp2,68 triliun dan deposito yang tumbuh 12,51 persen menjadi Rp4,27 triliun.
Tidak hanya mencatat pertumbuhan bisnis, kualitas kinerja Bank Lampung juga semakin membaik. Rasio permodalan atau Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) meningkat menjadi 30,47 persen dari sebelumnya 25,54 persen.
Di sisi kualitas kredit, rasio kredit bermasalah (NPL) menunjukkan perbaikan. NPL gross turun menjadi 2,78 persen dari 2,93 persen, sedangkan NPL net turun menjadi 1,40 persen dari sebelumnya 1,45 persen.
Efisiensi perusahaan juga semakin meningkat. Net Interest Margin (NIM) naik dari 6,42 persen menjadi 7,31 persen, sementara rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) membaik dari 76,98 persen menjadi 71,57 persen.
Capaian tersebut menunjukkan Bank Lampung tidak hanya mampu meningkatkan profitabilitas, tetapi juga berhasil memperkuat kualitas aset, likuiditas, permodalan, dan efisiensi usaha. Kinerja positif ini menjadi modal penting bagi Bank Lampung untuk terus memperluas peran sebagai penggerak pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung.
REDAKSI










