Kendaraan Logistik Besar, Macet 8 Jam Di Jalintim Jalur Pelabuhan BBJ - PT SMA

Kendaraan Logistik Besar, Macet 8 Jam Di Jalintim Jalur Pelabuhan BBJ - PT SMA
Foto (Istimewa/Wandi)

LAMPUNG SELATAN - Monologis.id. Jalan Lintas Timur (Jalintim) mulai dari Pelabuhan PT Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bakauheni, sampai dengan Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan macet total hingga 7 KM. Sopir kendaraan logistik besar mengeluh, akibat kemacetan tersebut.

Berdasarkan pantauan monologis.id Senin (30/03) pagi pukul 07.00 WIB hinga siang 12.00 WIB, kendaraan belum juga terurai. Bahkan para sopir mengaku, dirinya hampir 8 jam terkena macet.

Dan terpantau oleh monologis.id, kendaraan logistik besar baru keluar dari kantong parkir PT SMA Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, yang tidak bisa menyeberang dari hari sebelum lebaran hingga sekarang baru bisa keluar dari PT SMA akan di alihkan ke pelabuhan ASDP Cabang Bakauheni, Lampung Selatan.

Menurut salah satu sopir truck Diesel  Edi (40) mengatakan, dirinya membawa muatan buah yang akan di bawa ke Jakarta, sangat sangat kecewa dengan adanya kemacetan seperti ini.

"Tahun kemaren waktu lebaran tidak seperti ini macetnya, tapi kok tahun 2026 ini kok parah, apalagi saya dapat info dari temen-temen bahwa banyak kendaraan yang bermuatan logistik juga masih tertahan di Bakauheni, dan tidak bisa menyeberang ke Merak, sedangkan saya sudah berangkat dari medan, dan ternyata sampai sini terkena macet," katanya.

Dirinyapun tidak mengetahui kalau ada larangan untuk menyeberang melalui pelabuhan ASDP Bakauheni dari pihak manapun.

"Saya sebagai sopir belum tahu kalau ada larangan kendaran logistik masuk pelabuhan ASDP Bakauheni, ternyata kendaraan logistik di alihkan ke pelabuhan BBJ dan SMA. Sedangkan tahun kemaren sja enjaoy kita masuk pelabuhan ASDP Bakauheni untuk menyeberang melalui pelabuhan ASDP, kok lebaran sekarang gak bisa. Kan ini aneh, ada apa dengan pemerintah kita saat ini, seharusnya kan pelabuhan  plat merah harus di permudah untuk memuat kendaraan truk logistik seperti kami ini." Jelasnya.