Kalapas Kotabumi Bantah Lapas Jadi Sarang Narkoba

Kalapas Kelas IIA Kotabumi membantah tudingan adanya peredaran narkoba, penipuan daring, dan pungutan liar di dalam lapas. Ia menyatakan siap diaudit dan diperiksa kapan saja.

Kalapas Kotabumi Bantah Lapas Jadi Sarang Narkoba
Kalapas Kelas IIA Kotabumi, Tomi Elyus, saat memberikan keterangan | Foto: Riki Purnama/monologis.id

LAMPUNG UTARA – Kepala Lapas Kelas IIA Kotabumi, Tomi Elyus, membantah tudingan yang menyebut lembaga pemasyarakatan yang dipimpinnya menjadi lokasi peredaran narkoba, penipuan daring, hingga praktik pungutan liar.

Pernyataan tersebut disampaikan Tomi menanggapi aksi penyampaian aspirasi yang diikuti sekitar 100 orang pada Sabtu (4/4/2026) silam, yang mendesak evaluasi terhadap kinerja pimpinan Lapas Kelas IIA Kotabumi.

"Sebagai pimpinan, saya siap diaudit dan diperiksa kapan saja. Sampai saat ini kami telah bekerja keras memberantas masuknya gawai, narkoba, dan menghentikan segala bentuk pungutan liar. Menurut pandangan kami, lingkungan di sini sudah jauh lebih teratur dan bebas dari praktik yang dikhawatirkan itu," ujar Tomi, Kamis (2/7/2026).

Ia menegaskan pihaknya terbuka terhadap pengawasan dari berbagai pihak sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas.

"Kami melihat ini sebagai bentuk kepedulian. Kami pun sepakat untuk membuka akses bagi pihak yang ingin melihat perkembangan di lapas, guna membuktikan bahwa upaya pembenahan sudah berjalan. Kami yakin sistem yang kami terapkan sudah mampu menekan segala potensi penyimpangan," katanya.

Sebelumnya, massa dalam aksi tersebut menyampaikan dugaan adanya peredaran narkoba, aktivitas penipuan daring menggunakan gawai, serta praktik pungutan liar di dalam Lapas Kelas IIA Kotabumi. Mereka juga mendesak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Lampung membentuk tim independen untuk mengusut dugaan tersebut.

Massa meminta dilakukan evaluasi terhadap pimpinan lapas apabila nantinya ditemukan adanya kelalaian dalam pengawasan maupun pelaksanaan tugas.

Hingga kini, belum ada hasil pemeriksaan resmi dari otoritas terkait yang membenarkan maupun membantah dugaan yang disampaikan dalam aksi tersebut. Pihak Lapas Kelas IIA Kotabumi menyatakan siap mengikuti proses audit maupun pemeriksaan apabila diperlukan.