Hunian Hotel Lampung Capai 44,38 Persen

Tingkat hunian hotel berbintang di Lampung mencapai 44,38 persen pada Mei 2026. Kenaikan juga diikuti bertambahnya jumlah tamu yang menginap hingga 12,02 persen.

Hunian Hotel Lampung Capai 44,38 Persen
Foto: Ilustrasi/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung menyebut sektor pariwisata di daerah menunjukkan tren positif seiring meningkatnya tingkat hunian hotel berbintang dan jumlah tamu yang menginap sepanjang Mei 2026.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, mengatakan berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung yang dirilis pada 1 Juli 2026, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada Mei 2026 mencapai 44,38 persen.

Angka tersebut naik 1,92 poin dibandingkan April 2026 yang sebesar 42,46 persen. Secara tahunan, TPK juga meningkat 1,44 poin dibandingkan Mei 2025.

"Naiknya tingkat hunian hotel berbintang menjadi indikator bahwa aktivitas pariwisata dan perjalanan di Lampung terus bergerak positif. Semakin banyak kamar hotel yang terisi menunjukkan meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan wisata, bisnis, maupun kegiatan pemerintahan," kata Ganjar, Kamis (2/7).

Ganjar menjelaskan tingkat hunian tertinggi tercatat pada hotel berbintang 4 dan 5 yang mencapai 53,23 persen. Sementara hotel berbintang 3 memiliki tingkat hunian 40,06 persen, sedangkan hotel berbintang 1 dan 2 sebesar 36,58 persen.

Selain itu, hotel nonbintang juga mencatat peningkatan tingkat hunian menjadi 26,74 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Menurut Ganjar, kenaikan tersebut menunjukkan pertumbuhan sektor pariwisata mulai dirasakan oleh berbagai kategori usaha perhotelan di Lampung.

BPS juga mencatat jumlah tamu yang menginap di hotel berbintang selama Mei 2026 mencapai 113.309 orang, terdiri atas 112.424 tamu domestik dan 885 tamu mancanegara. Jumlah itu meningkat 12.158 orang atau 12,02 persen dibandingkan April 2026.

"Mayoritas tamu yang menginap masih berasal dari wisatawan domestik. Hal ini menunjukkan bahwa pasar wisata nusantara masih menjadi penopang utama sektor perhotelan di Lampung," ujarnya.

Berdasarkan data BPS, hotel berbintang 4 dan 5 menerima tamu terbanyak, yakni 44.636 orang. Disusul hotel berbintang 3 sebanyak 41.018 tamu serta hotel berbintang 1 dan 2 sebanyak 27.655 tamu.

Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang pada Mei 2026 tercatat 1,27 hari, sedikit menurun dibandingkan April 2026 yang mencapai 1,30 hari.

Ganjar menilai penurunan tersebut tidak mencerminkan pelemahan sektor pariwisata, melainkan menunjukkan karakter perjalanan wisatawan yang didominasi kunjungan singkat untuk keperluan bisnis, pemerintahan, maupun wisata akhir pekan.

Menurutnya, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan akan memberikan dampak terhadap sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, serta pelaku usaha mikro dan ekonomi kreatif di Lampung.