Dampak Perang. Presiden: Kita Bisa Kurangi Gaji Mentri Dan Parlemen, Untuk Penghematan
Jakarta – Monologis.id. Ada yang menarik dari Rapat Paripurna Kabinet Merah Putih yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada jumat (13/03/2026) di Istana Negara.
Seluruh anggota Kabinet Merah Putih, dari menteri, wakil menteri, kepala badan, hingga penasihat khusus presiden hadir dalam rapat besar tersebut. Rapat diawali dengan penayangan video berisi capaian pemerintah. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya kemudian membuka sidang dengan penayangan video.
Setelah pemutaran video, Prabowo membuka sidang kabinet. Prabowo menyebut sidang kabinet paripurna kali ini membahas kesiapan menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Kita sudah memasuki hari ke-23 di bulan suci Ramadan ini, dan tujuh hari lagi kita akan merayakan Hari Raya Idul Fitri," kata Prabowo di hadapan jajarannya.
Semua mentri strategis menyampaikan laporan terkait situasi yang dihadapi oleh mereka. Mulai dari Menkeu, MenESDM, Mentan, Ketua DEN, Mensos dan beberapa Menko terkait.
Namun dalam rapat tersebut yang paling menarik selain persiapan lebaran 2026 adalah soal respon Presiden terkait kritik para ekonom dan juga potensi penghematan akibat perang di timur tengah.
Mengutip dari laman tempo, Presiden Prabowo menguraikan beberapa potensi penghematan dengan mengambil contoh dari Pakistan. Sebagai langkah persiapan menghadapi kondisi terburuk akibat kondisi geopolitik yang ada terhadap bangsa dan rakyat Indonesia
Presiden Prabowo Subianto ingin melakukan penghematan untuk menghadapi potensi krisis akibat perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Ia pun memberi contoh negara lain yang sudah berhemat lewat pemotongan gaji pejabat.
Ia mengatakan Pakistan berhemat karena menganggap krisis di Timur Tengah setara pandemi Covid-19.
"Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan," kata Prabowo dalam sidang kabinet di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.
Pakistan, kata Prabowo, juga menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home untuk pegawai negeri dan swasta. Demi penghematan, Prabowo berujar, negara Asia Selatan itu turut mengurangi hari kerja.
Selain itu, Prabowo menyinggung Pakistan yang mewajibkan instansi pemerintah mengurangi penggunaan kendaraan dinas hingga 60 persen. Prabowo berujar negara lain turut menghentikan kunjungan luar negeri demi penghematan.
"Mereka kurangi tidak boleh gunakan dana pemerintah untuk acara-acara pesta dan sebagainya. Kemudian, semua lembaga pendidikan tinggi mereka pindah ke online, semua sekolah berhenti untuk dua minggu," tutur Prabowo.
Berbagai kebijakan itu, menurut Prabowo, dapat mengurangi konsumsi bahan bakar minyak yang harga dan pasokannya bergejolak akibat perang di Timur Tengah. Ketua Umum Partai Gerindra ini pun berharap Indonesia juga bisa melakukan langkah berhemat.
Seperti Pakistan, Prabowo berkata Indonesia juga perlu mengambil langkah penghematan BBM. Namun, dia mengatakan saat ini pemerintah masih mengkaji kebijakan yang akan mereka ambil. "Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan," kata mantan menteri pertahanan ini.
Prabowo berujar akan mempelajari langkah yang bisa ditempuh pemerintah dalam beberapa hari ke depan. Indonesia, kata dia, harus mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk.
Berbagai kebijakan itu, menurut Prabowo, dapat mengurangi konsumsi bahan bakar minyak yang harga dan pasokannya bergejolak akibat perang di Timur Tengah. Ketua Umum Partai Gerindra ini pun berharap Indonesia juga bisa melakukan langkah berhemat.
Seperti Pakistan, Prabowo berkata Indonesia juga perlu mengambil langkah penghematan BBM. Namun, dia mengatakan saat ini pemerintah masih mengkaji kebijakan yang akan mereka ambil. "Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan," kata mantan Menteri Pertahanan ini.
Prabowo berujar akan mempelajari langkah yang bisa ditempuh pemerintah dalam beberapa hari ke depan. Indonesia, kata dia, harus mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk.
DEDI ROHMAN










