Pemprov Lampung Hadirkan Teknologi Pengering Gabah Modern untuk Petani Mesuji
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meluncurkan bantuan Pengering Gabah (Bed Dryer) Tahun Anggaran 2026 di Desa Tanjung Mas Makmur, Mesuji. Program tersebut menjadi bagian dari upaya hilirisasi pertanian untuk meningkatkan kualitas gabah, memperkuat posisi tawar petani, dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui dukungan teknologi pascapanen, pupuk hayati cair gratis, serta akses permodalan pertanian.
MESUJI – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meluncurkan bantuan Pengering Gabah (Bed Dryer) Tahun Anggaran 2026 di Desa Tanjung Mas Makmur, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Rabu (24/6/2026).
Peluncuran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat hilirisasi sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan teknologi pascapanen yang lebih modern.
Dalam kunjungan kerja itu, Gubernur didampingi Bupati Mesuji Elfianah Khamami dan meninjau langsung proses produksi gabah hingga menjadi beras siap kemas.
Rahmat Mirzani Djausal mengatakan Mesuji merupakan salah satu daerah strategis pertanian di Lampung dengan luas tanam mencapai 56 ribu hektare atau menempati peringkat keempat terbesar di provinsi tersebut.
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian melalui pembenahan dari hulu hingga hilir.
"Mesuji sudah cukup lama tertinggal. Hari ini saya hadir untuk memastikan kemajuan itu benar-benar dirasakan masyarakat Kabupaten Mesuji," kata Mirza.
Di sektor hulu, Pemprov Lampung mendorong penggunaan varietas unggul seperti IPB 9G dan IPB 3S yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 8 ton per hektare. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas pupuk hayati cair gratis di setiap desa sebagai upaya meningkatkan hasil panen.
Menurut Mirza, program tersebut telah diuji di sejumlah wilayah Lampung pada 2025 dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian antara 15 hingga 30 persen.
Sementara di sektor hilir, bantuan bed dryer diharapkan menjadi solusi atas persoalan pengeringan gabah yang selama ini masih bergantung pada cuaca. Teknologi tersebut memungkinkan petani mempertahankan kualitas gabah sehingga nilai jual hasil panen menjadi lebih tinggi.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat akses permodalan melalui kerja sama dengan Bank Lampung dalam skema Kredit Usaha Alsintan (KUA) berbunga rendah sebesar 3 persen bagi petani milenial dan generasi muda.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat, antara lain 1.000 paket sembako, 250 kilogram belerang, bantuan bibit kakao untuk pengembangan perkebunan seluas 1.500 hektare, serta penyaluran Kredit Usaha Alsintan senilai Rp562 juta.
Bupati Mesuji Elfianah Khamami menyambut baik bantuan bed dryer yang diserahkan kepada Gapoktan Mekar Jaya Abadi. Menurutnya, teknologi tersebut akan membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap cuaca sekaligus memperkuat posisi tawar hasil panen di pasar.
Ia juga mengungkapkan rencana Pemerintah Kabupaten Mesuji untuk menghidupkan kembali program lumbung pangan desa yang sebelumnya terkendala proses pengeringan gabah secara manual.
Selain sektor pertanian, Elfianah mengapresiasi dimulainya pembangunan ruas jalan provinsi Brabasan-Wiralaga sepanjang 8,8 kilometer yang dinilai akan memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas produksi pupuk hayati cair serta simulasi penyemprotan lahan pertanian menggunakan drone di Desa Pangkal Mas, Mesuji Timur.
Ketua Gapoktan Mekar Jaya Abadi, Atun, mengaku bantuan bed dryer menjadi solusi yang selama ini dinantikan petani. Menurutnya, proses pengeringan gabah yang sebelumnya memerlukan waktu hingga tujuh hari kini dapat dilakukan lebih cepat dengan kualitas hasil yang lebih baik.
REDAKSI










