Keberlanjutan Rute Internasional Lampung Butuh Dukungan Finansial dan Partisipasi Publik
Bandar Lampung - Monologis.id. Ketua DPD ASTINDO Lampung, Adi Susanto, mengatakan bahwa pembukaan rute penerbangan internasional Bandar Lampung – Kuala Lumpur merupakan langkah strategis yang harus dijaga keberlanjutannya melalui dukungan finansial yang kuat dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Lebih Lanjut Astindo Lampung memuji keberanian membuka rute penerbangan internasional ini, Namun menjaga agar rute tersebut tetap beroperasi secara berkelanjutan memerlukan komitmen pembiayaan yang tidak sedikit. seperti dijelaskan oleh Adi Susanto kepada media pada Kamis (19/02/2026).
“Keberlanjutan penerbangan internasional membutuhkan dukungan finansial yang tidak kecil. Pada fase awal operasional, maskapai membutuhkan kepastian pasar, promosi intensif, serta dukungan insentif. Tanpa itu, rute yang sudah dibuka dengan susah payah bisa saja terhenti,” ujar Adi Susanto.
Ia menjelaskan bahwa dalam praktik industri penerbangan global, rute internasional baru umumnya memerlukan waktu 1–2 tahun untuk mencapai titik stabil (sustainable load factor). Pada periode tersebut, dukungan promosi, subsidi pemasaran, dan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor krusial. Namun, Adi Susanto juga menekankan bahwa keberlanjutan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan maskapai.
“Rute ini milik bersama. Masyarakat, pelaku usaha, travel agent, hotel, UMKM, hingga komunitas harus ikut berperan dalam mempromosikan dan memanfaatkan penerbangan ini. Tanpa partisipasi publik, sulit bagi rute internasional untuk bertahan dalam jangka panjang.”ungkapnya
Dalam kesempatan ini DPD ASTINDO Lampung mengajak masyarakat Lampung untuk menggunakan penerbangan langsung internasional dari Lampung, Berpartisipasi dalam promosi digital dan word of mouth
Mendorong kolaborasi paket wisata lintas negara, Mendukung event internasional yang mendatangkan wisatawan.
Menurutnya, keberhasilan rute internasional akan berdampak langsung terhadap Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara Pertumbuhan okupansi hotel dan restoran Perluasan pasar ekspor dan bisnis
Peningkatan perputaran ekonomi daerah.
Adi Susanto kembali menguraikan bahwa konektivitas internasional bukan sekadar simbol prestise daerah, melainkan instrumen strategis pembangunan ekonomi.
“Jika kita ingin Lampung naik kelas di kancah internasional, maka rute ini harus kita jaga bersama. Dukungan finansial yang memadai dan semangat gotong royong dalam promosi adalah kunci keberlanjutan.” pungkasnya.
Berbicara lebih jauh DPD ASTINDO Lampung, menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis pemerintah dan pelaku industri dalam memastikan rute internasional ini tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
DEDI ROHMAN










